Kamis, 07 Oktober 2010

THE LAST EXORCISM - Mendokumentasikan Pengusiran Setan

Tinggal di Baton Rouge, Louisiana membuat Pendeta Cotton Marcus (Patrick Fabian) akrab benar dengan acara pengusiran setan atau exorcism. Marcus bahkan sering melakukan ritual ini pada orang-orang yang dianggap telah dirasuki setan. Sayangnya keyakinan Pendeta Cotton mulai goyah saat menyaksikan seorang bocah autis dibunuh karena dianggap telah dirasuki iblis.

Sejak saat itu, Pendeta Cotton tak lagi percaya pada ritual itu. Suatu saat Pendeta Cotton diminta menjadi bagian dari sebuah film dokumenter yang akan mengungkap bahwa sebenarnya ritual pengusiran setan hanyalah penipuan belaka. Ia pun lantas memilih orang yang bakal jadi objek dari dokumenter yang dibuat oleh Iris Reisen (Iris Bahr) dan Dave Moskowitz (Adam Grimes) ini.

Pilihan jatuh pada Louis Sweetzer (Louis Herthum). Louis adalah seorang warga Louisiana yang sangat percaya pada tahayul. Louis yakin Nell (Ashley Bell), putrinya, dirasuki setan dan tak ada cara lain selain meminta bantuan Cotton Marcus. Louis yakin kalau ia terlambat maka akan terjadi malapetaka besar dan sepertinya apa yang diyakini Louis memang benar.

Pendeta Cotton pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Ia memasang kamera, speaker dan peralatan elektronik lain yang akan membantunya membuktikan kalau ritual pengusiran hanyalah penipuan belaka. Setelah ritual berakhir dan rekaman sudah dibuat, Pendeta Cotton, Iris, dan Dave kembali ke hotel tempat mereka menginap. Malam itu, Nell tiba-tiba saja muncul di hotel tempat Pendeta Cotton menginap dan sejak itu serangkaian kejadian aneh mulai terjadi.

Pendeta Cotton tetap pada pendiriannya bahwa sebenarnya tak ada acara pengusiran setan. Semua itu hanya dusta belaka. Celakanya, keyakinan itu ternyata tak bisa bertahan saat menghadapi fakta yang berkata lain. Benarkah, Nell sebenarnya tak dirasuki setan? Atau malah acara pengusiran setan kali ini adalah ritual terakhir Pendeta Cotton?

Resensi:
THE LAST EXORCISM ini adalah salah satu film yang cukup menarik. Bayangkan saja, sejak ditayangkan tanggal 27 Agustus lalu, film ini sudah berhasil menghasilkan uang sebanyak US$40 juta lebih. Padahal biaya produksi film yang diedarkan Lionsgate ini hanya US$1,8 juta saja. Artinya dalam waktu sekitar empat pekan, film ini sudah menghasilkan keuntungan 20 kali lipat biaya produksinya. Apa rahasianya?

Sebenarnya film ini adalah salah satu contoh film yang berhasil memanfaatkan apa yang ada sampai batas maksimal. Dengan biaya yang sedikit, Daniel Stamm berhasil mengolah naskah yang ditulis oleh Huck Botko dan Andrew Gurland menjadi sajian audio - visual yang pas. Stamm juga tak menggunakan terlalu banyak trik selain trik handheld camera yang memang di titik tertentu sanggup memberi kesan 'nyata'. Tak terlalu mengherankan jika trik yang bisa jadi dipelopori oleh THE BLAIRWITCH PROJECT tetap bertahan sampai sekarang.

Dari naskah yang sudah bagus ini pula Patrick Fabian, sang pemeran utama, berhasil menerjemahkannya dengan baik. Fabian tampil meyakinkan sebagai Pendeta Cotton Marcus dan inilah yang membuat penonton merasa terlibat dengan cerita yang ditawarkan film itu sendiri. Film ini tak mengandalkan trik kuno 'kejutan-kejutan kecil' yang biasa ada dalam film namun lebih pada membangun rasa ngeri itu perlahan-lahan.

Sayangnya ending film ini terasa jadi antiklimaks. Seandainya film ini diakhiri beberapa menit lebih awal, bisa jadi ia akan lebih berkesan buat penonton. Terlepas dari itu, THE LAST EXORCISM tetap layak dapat acungan jempol.

Genre    :    Horror
Release Date    :    August 27, 2010
Director    :    Daniel Stamm
Script    :    Huck Botko, Andrew Gurland
Producer    :    Marc Abraham, Thomas A. Bliss, Eli Roth, Eric Newman
Distributor    :    Lionsgate
Duration    :    -
Budget    :    -
Official Site    :    thelastexorcism.com
Pemain          : Patrick Fabian, Iris Bahr, Louis Herthum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar