Rabu, 08 September 2010

Nike Ardila Muncul Setelah 13 Tahun Kematiannya !


Muda, multitalenta, menarik, dan berjaya di bidang-bidang yang ditekuninya. Itulah gambaran sosok Nike Ardila. Mojang Bandung ini tak hanya dikenal sebagai penyanyi yang cemerlang di eranya, melainkan juga tersohor sebagai aktris dan model. Namanya menjadi garansi meledaknya album dan produksi film.

Mengawali karier dari kontes menyanyi, Nika yang bernama lengkap Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi ‘ditemukan’ oleh pencipta lagu Deddy Dores. Album pertamanya, Seberkas Sinar, dirilis tahun 1987 dan langsung dapat menembus angka penjualan 500 ribu copy! Prestasi itu terus meningkat pada album-album berikutnya yang selalu menembus angka jutaan.

Selain menjadi lady rocker yang mumpuni, Nike terjun sebagai aktris. Namanya moncer saat membintangi Kasmaran, Kabayan Saba Kota,Gadis Foto Model, Lupus IV, Cinta Anak Muda, Ricky, Kabayan Saba Metropolitan, Olga dan Sepatu Roda, Tiga Kamar Perawan, dan Kembali Lagi. Tidak berhenti sampai di situ, penyanyi yang berjuluk Queen of Indonesian Rock ini juga membintangi banyak sinetron dan iklan.

Di tengah gegap gempita popularitas, gadis kelahiran 27 Desember 1975 ini juga acap diterpa gosip tak sedap. Ia ditengara memiliki hubungan spesial dengan klan penguasa. Selain itu, ia pernah dituding mengkonsumsi barang haram Narkoba. Bahkan, banyak yang meragukan kematiannya pada tahun 1995 merupakan kecelakaan murni.

Ya, Nike yang cemerlang di usia muda memang tak berlama-lama menikmati kejayaannya. Pada usia yang masih sangat muda, 19 tahun, ia meninggal dunia. Honda Civic yang ditunganginya mengalami kecelakaan di Jalan RE Martadinata, Bandung.

Ada desas-desus yang menyebutkan, bahwa pemeran dalam sinetron Sukreni Gadis Bali itu sedang mabuk saat sedang menyetir. Namun manajer yang ada bersamanya saat kecelakaan terjadi membantah gosip itu. Sofiatun, manajer yang selamat dari insiden itu menuturkan, Nike tidak mabuk. Sebelumnya Gadis Sampul tahun 1990 ini hanya meminum orange juice saat berada di diskotik. Polisi pun tak menemukan kadar alkohol dalam tubuh perempuan 19 tahun itu.

Ada desas-desus yang meyakini kematian tak wajarnya merupakan buah dari pembunuhan yang direkayasa. Konon, sebelum mobil berpelat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah, ada sebuah mobil yang berjalan sangat pelan di depannya. Ketika hendak menyalip, mendadak muncul mobil Taft dari arah berlawanan. Kasus ini akhirnya kembali dikait-kaitkan dengan pembunuhan terrencana yang melibatkan tokoh-tokoh penting di belakangnya. Kisah sabotase juga dicuatkan oleh kondisi ban mobil Nike yang lebih kecil dari ukuran standar. Hal ini diduga telah di-setting oleh pihak tertentu.

Waktu meninggalnya pun simpang siur. Ada yang menganggap, Nike mengalami kecelakaan pukul 3 dini hari. Namun ada pula yang menyebutkan Nike mengalami tabrakan menjelang pukul 6 pagi. Beberapa saksi mata menyebutkan, Nike meninggal di tempat kejadian perkara. Namun, banyak pula yang mengklaim kematian itu terjadi setelah Nike yang mengalami luka di kepala dan dada berhasil mendapat pertolongan di rumah sakit.

Kesimpangsiuran kematian Nike membuat kontroversi semakin runcing. Media-media menurunkan beritanya sebagai headline. Asia Week sampai menyebutnya ‘In Dead She Soared’. Beberapa tabloid mencapai tiras tertinggi setelah mengulas tragisnya sang bintang yang mati muda.

Kematian Nike yang mendadak pada 19 Maret 1995, saat ia menggenggam puncak popularitas, memang menimbulkan berbagai tafsir. Yang jelas, terlepas dari itu semua, para penggemar merasa terpukul. Ribuan pelayat mengiringi kepergiannya yang tiba-tiba. Puluhan publik figur mendatangi upacara 40 hari kematiannya di Gedung Balai Sartika Bandung. Makamnya pun dibangun dengan sangat megah dan dihiasi kata-kata kenangan untuk almarhumah.

Euforia belum berakhir. Sesaat pasca meninggalnya bintang yang membukukan penjualan 2 juta copy pada album Bintang Kehidupan, muncul banyak epigon yang menyanyikan lagu-lagu Nike. Ada Nafa Urbach, yang wajahnya memang terbilang mirip. Atau, Wulan Ardilla. Nama yang belakangan terkenal dengan sebutan Mulan Jameela ini juga mengawali karier dengan menyanyikan dan menirukan gaya menyanyi Nike.

Gilanya, mobil yang ditumpangi saat kecelakaan pun dilelang dan ditebus seorang penggemar dengan angka 100 juta. Sebuah nominal yang amat tinggi pada zamannya. Dan, yang membuat nama Nike benar-benar layak dianggap sebagai bintang, lahirlah Nika Ardila fans club yang setia menziarahi makamnya tepat saat ulang tahun dan hari kematian. Bahkan, 19 Maret 2010 lalu, pada peringatan 16 tahun kematian penyanyi Mama Aku Ingin Pulang ini, penggemar yang datang dari luar negeri pun masih rela mendoakan dan menyambangi rumah abadinya.

Ya, meski mati muda, Nike masih berjaya. Sepanjang kariernya yang singkat, ia telah membukuka total menjualan album lebih dari 25 juta keping. Video klip Sandiwara Cinta merupakan videoklip terakhir yang dibintanginya. Oleh Rizal Mantovani, sang sutradara, klip yang digarap 10 hari sebelum kematiannya, dijadikan video dukumenter.

Dan, kebetulan atau tidak, pada videoklip itu Nike bergaya layaknya Marlyn Monroe, tokoh idolanya. Entah pertanda atau bukan, dua sosok itu memang sama-sama megabintang pada zamannya dan bernasib tragis di akhir hidupnya.
 
http://nemoto3000.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar