Senin, 06 September 2010

Menjala Listrik Dari Lautan

Laut sebenarnya memiliki cadangan sumber energi luar biasa yang belum tereksploitasi secara maksimal. Para pakar dari negeri Barat sudah lama mengusahakan cara bagaimana menggali sumber energi dari lautan yang luar biasa besar.

Sayang teknologi yang dikembangkan sejak 30 tahun lalu itu tak pernah kita lirik, padahal setiap saat kita bicara masalah sumber energi baru, terbarukan, sumber energi dan alternatif. Kenapa tidak pernah dicoba? Paling tidak kenapa tidak kita bawa teknologi itu dari luar ke dalam negeri, di tengah ancaman krisis energi listrik di negeri kita?

Tenaga Gelombang

Adalah ahli energi asal Skotlandia, Dr. Andrew Salter dari Universitas Edinburgh, yang mengembangkan pembangkit tenaga gelombang. Penggerak utama dinamo dibuat mirip sudu (cungur) bebek yang diapungkan di permukaan laut dan dapat mengangguk-angguk untuk menampung gelombang. Gerakkan itu mampu menggerakkan poros dan disalurkan melalui gerigi yang nantinya menggerakkan dinamo listrik.

Sudu bebek ini dibuat dalam jumlah banyak berjajar, sehingga poros dapat terus berputar. Di pantai yang jumlah gelombangnya sangat banyak, teknik ini dapat menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah ribuan watt.

Dalam percobaan di Danau Loch Ness, alat yang dibuat Salter dan para mahasiswanya terbukti mampu mendapatkan listrik 20 KW per sudunya. Sukses ekperimen Salter ditiru pakar Perancis antara lain Robert Gibrat dan Albert Caquot untuk membuat generator seperti itu.

Menangguk Naik-Turunnya Ombak

Ahli fisika Amerika Serikat, Dr. Isaac, membuat eksperimen dengan pelampung gabus di tahun 1970. Gabus berdiameter dua inchi ini bergerak naik turun diangkat dan diturunkan ombak lalu menggerakkan pompa hisap kecil. Tahun 1972 ia mengembangkan model lebih besar. Gabus diganti pelampung berbentuk kapal dan diberi nama Oconstota, lalu rangkaian peralatannya dijangkarkan di pantai Saint Clement Island.

Jika pelampung diangkat ombak, maka klep tertutup. Bila pelampung turun, maka klep terbuka dan memasukkan air. Air di dalam saluran ini yang menggerakkan kisi-kisi yang memutar dinamo pembangkit listrik. Menurut perhitungan Isaac lautan di seluruh dunia mampu menghasilkan energi sebanyak 2,5 bilyun kilowatt bila kita berhasil menangkapnya.

Beda Suhu Laut

Laut dalam di Indonesia bagian timur barangkali punya potensi besar membangkitkan listrik dari perbedaan suhu permukaan dan dalamnya. Teknik itu dirancang teknisi Amerika Serikat, namun tidak banyak dipakai karena berbiaya mahal karena memerlukan bangunan mirip rig pengeboran minyak lepas pantai.

Pada prinsipnya, suhu permukaan air laut dipompa masuk ke evaporator untuk memanaskan amoniak hingga menimbulkan tekanan yang mampu memutar turbin dinamo. Suhu air di kedalaman yang dingin, dipompa guna mendinginkan kembali amoniak untuk dipanaskan kembali. Siklus inilah yang dipakai untuk menghidupkan dinamo dan menghasilkan listrik.

Menangkap Angin

Pembangkitan listrik dari tenaga angin sudah lama dikenal dan banyak dipraktikkan di berbagai negara, khususnya di kawasan berangin besar sepanjang tahun. Wilayah yang mendapatkan angin secara berkelanjutan antara lain California, AS, serta pantai barat Jerman, dan Perancis.

California, AS memiliki "desa angin", yaitu daerah gurun yang disulap menjadi ladang kipas atau kincir angin untuk menggerakkan dinamo guna menghasilkan tenaga listrik. Himpunan kincir-kincir angin ini bersama-sama menghasilkan tenaga listrik ribuan watt. Namun biaya pembangunan generator dan ongkos pemeliharaannya cukup mahal sehingga bukar pilihan utama di Indonesia.

Menjaring cahaya

Pilihan lain yang mulai populer di masyarakat adalah pembangkit listrik tenaga surya (solar cell). Kini perangkat panel surya berupa lapisan silikon tipis dan aki sudah banyak dijual d toko-toko elektronik. Aki akan menghidupkan rangkaian conventer dari arus searah menjadi arus bolak-balik dan diselaraskan menjadi 220 Vc layaknya jaringan PLN sehingga dapat menikmati siaran TV lampu dan perangkat lainnya. Kelebihan perangkat ini dapat dipakai di mana saja sedangkan halangannya adalah jika hari mendung, selain itu perawatan akumulator atau aki ekstra teliti.

Cermin listrik
Teknik ini tergolong "sederhana" karena prinsipnya "hanya" menangkap sinar matahari, lalu mengumpulkannya lewat cermin cekung. Suhu tinggi yang timbul dipakai untuk memanaskan air yang tekanan uapnya dapat memutar dinamo. Namun teknik ini tetap mahal selain memerlukan areal yang luas. Kendati demikian percobaan-percobaan di gurun-gurun Amerika Serikat bagian selatan yang beriklim tropis menunjukkan teknik ini mampu menghasilkan tenaga listrik hingga megawatt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar