Rabu, 04 Agustus 2010

SHANGHAI, Detik-Detik Menjelang Pearl Harbor

Paul Soames (John Cusack) tak mengira kalau kedatangannya ke Shanghai kali ini bakal membuatnya jadi terlibat dalam urusan yang sudah berada di luar jangkauannya. Paul hanya ingin menemui teman lamanya yang berada di kota yang kini diduduki oleh pemerintah Jepang ini. Sayangnya Paul terlambat. Teman yang ia cari ternyata telah meninggal tanpa ada kejelasan penyebabnya.

Paul bertekad mengungkap misteri meninggalnya sahabat karibnya ini. Dengan latar belakangnya sebagai mata-mata, penyelidikan ini memang tak terlalu sulit. Yang jadi masalah, ternyata penyelidikannya ini malah membawanya pada sebuah rencana rahasia yang sedang dilakukan Jepang.

Ada dugaan kalau pemerintah Jepang berencana menjatuhkan Pearl Harbor dan Paul harus mencari bukti-bukti untuk menguatkan dugaan ini. Di saat yang sama, Paul Soames jadi terlibat hubungan asmara dengan seorang wanita setempat padahal Paul tak punya banyak waktu lagi. Penyelidikannya bakal menentukan nasib dunia.

Awalnya film berjudul SHANGHAI ini akan mengambil lokasi syuting di China namun di saat-saat terakhir, pemerintah China memutuskan melarang Mikael Hastrom dan timnya masuk ke negeri Tirai Bambu ini. Terpaksa Mikael harus mengalihkan lokasi syuting ke Thailand. Meskipun harus pindah ke Thailand namun Mikael sepertinya masih mampu membuat tempat ini jadi mirip Shanghai di tahun 1940-an.

Memang ada beberapa kejanggalan dari film ini seperti Chow Yun Fat yang berbicara bahasa Inggris dengan baik dan suka musik Jazz. Terlepas dari kejanggalan itu, SHANGHAI cukup enak dinikmati. Meski disebut sebagai film drama namun nyatanya cukup banyak aksi laga dalam film yang diedarkan oleh The Weinstein Company ini.

John Cusack mungkin tak terlalu meyakinkan sebagai seorang agen rahasia namun secara global akting Cusack masih cukup bagus. Chow Yun Fat, di sisi lain, justru malah tak mengalami masalah dengan perannya sebagai boss mafia. Peran-peran seperti ini juga yang melambungkan nama Chow di tahun 1980-an.

Kalaupun ada masalah, barangkali hanyalah masalah penyutradaraan dan naskah yang sepertinya terlalu dipaksakan. Ibarat nasi, film ini terasa seperti nasi yang terlalu lama dimasak.


Kategori        :   Drama
Tanggal Rilis  :   17 Juni 2010
Sutradara      :   Mikael Hafstrom
Skenario       :   Hossein Amini
Produser       :   Mike Medavoy, Barry Mendel, Jake Myers
Distributor     :   The Weinstein Company
Pemain          :   John Cusack, Gong Li, Chow Yun-Fat, Ken Watanabe

Sumber : www.kapanlagi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar