Rabu, 18 Agustus 2010

Operation Flashpoint: Dragon Rising

Game ini menantang Anda untuk berperang dalam medan pertempuran yang sangat luas dan didukung peralatan militer yang canggih. Para gamer yang telah berkecimpung cukup lama dalam dunia game tentunya mengenal seri game perang yang satu ini. Operation Flashpoint merupakan seri game yang lebih tepat disebut sebagai simulasi perang daripada sebuah game perang biasa. Anda akan merasakan sulitnya bertempur di daerah yang luas, ancaman serangan musuh yang terkadang tidak terlihat dari mana arahnya, dan sifat senjata yang mirip dengan aslinya. Kelebihan utamanya justru menjadi kelemahan terbesarnya. Saking besarnya daerah pertempuran, permainan menjadi kurang seru disebabkan lamanya waktu perjalanan untuk mencapai daerah baku tembak. Operation Flashpoint: Dragon Rising tampaknya menyadari hal tersebut dan memperbaiki beberapa hal guna membuat game ini menjadi lebih seru.

Konflik militer yang menjadi topik utama dalam game ini adalah invasi militer negara China ke kepulauan yang dimiliki oleh Rusia. Kekayaan minyak yang berlimpah di pulau tersebut menjadi tujuan utama dan bisa dibilang penyelamat dari keruntuhan ekonomi China yang terjadi akibat krisis ekonomi global. Tentunya militer Amerika Serikat ikut campur dalam pertikaian tersebut dan Anda akan memainkan pihak tentara Amerika Serikat dalam mode Campaign yang terdiri dari 11 misi.
Setiap misi memberi Anda kendali terhadap satu pasukan yang terlibat dalam pertempuran tersebut. Anda akan berperan sebagai kepala regu yang terdiri dari empat tentara lain. Susunan tentara yang Anda kendalikan juga berubah sesuai de­ngan jenis regu tempur yang Anda kendalikan.

Misalnya, pada suatu misi Anda akan menjadi regu penyerang yang beranggotakan Rifleman, Medic, dan Machine Gunner. Pada misi malam yang membutuhkan serangan secara diam-diam Anda akan menjalankan regu penyusup yang beranggotakan ahli Sniper dan pasukan bersenjatakan Sub Machine Gun dengan peredam suara. Variasi misi yang membutuhkan cara bermain berbeda tersebut menjadikan game ini lebih hidup dan menarik.

Sebagai kepala regu, Anda akan lebih banyak memberikan perintah kepada anak buah Anda ketimbang menghabisi sendiri musuh yang ada. Menu perintah yang berbentuk radial dan dapat dimunculkan dengan menekan tombol Q berisikan banyak perintah yang berguna. Anda dapat menemukan mulai dari pengaturan bentuk formasi, Rules of Engagement (agresif atau pasif), perintah menyerang, hingga memanggil Medic. Selain itu, Anda juga memiliki kuasa untuk memanggil bantuan dari markas, seperti serangan artileri, serangan udara, dan serangan mortar. Serangan tersebut saking dahsyatnya sehingga Anda hanya dapat memanggilnya dalam jumlah yang sangat terbatas (biasanya hanya sekali).

Hal lain yang patut mendapat perhatian Anda adalah tingkat keaslian sifat senjata dalam game ini. Anda harus meng­hitung cukup banyak faktor jika ingin menembak musuh dari jarak yang jauh (misalnya ketika menggunakan senapan Sniper). Peluru yang Anda tembakkan akan mengikuti hukum fisika seperti pada dunia nyata, yaitu peluru akan bergerak ke bawah karena tarikan gravitasi. Jadi, Anda harus menghitung jarak dan memperkirakan sudut tembak sebelum Anda menembak. Selain itu, Anda juga dapat membuat permainan mendekati perang asli dengan menaikkan tingkat kesulitan. Anda masih akan dibantu dengan beberapa tampilan di layar yang memperlihatkan arah serang­an musuh dan jumlah peluru pada tingkat kesulitan normal. Namun, semua itu akan hilang dalam tingkat kesulitan tertinggi.

Mode multiplayer merupakan faktor yang menarik dalam game ini. Anda dapat bermain bersama teman Anda (hingga empat orang) dan menyelesaikan mode Campaign bersama. Selain itu, Anda juga dapat bermain mode Annihilation dan Infiltration yang menarik bersama 32 pemain melalui LAN dan Internet.

Spesifikasi Minimum: 
Windows XP SP3 / Vista SP2 Processor: 2.4 GHz Dual Core Processor Memory: 1 GB Hard drive: 8 GB Video card: NVIDIA GeForce 7600GT 256mb / ATI Radeon X1800XL 256mb DirectX 9.0c

Sumber : http://chip.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar