Sabtu, 28 Agustus 2010

Menentukan Keperluan Benih

Sebelum membeli benih yang diperlukan, kita sering bertanya, berapa banyakkah sebenarnya benih yang diperlukan untuk luas lahan yang akan kita tanami? Dan waktu kita tanyakan pada pedagang penjual benih, biasanya pedagang itu juga tidak tahu. Atau, kalau toh tahu, jawabnya hanya kira-kira saja. Akibatnya, kadang-kadang benih yang kita beli terlalu sedikit, dan terpaksalah kita mondar-mandir untuk membeli lagi benih yang kurang itu. Ini jelas merepotkan. Kadang-kadang benih yang kita beli justru terlalu banyak, hingga mubazir. Kalau yang kita beli benih padi atau jagung yang harganya tak seberapa mahal, mungkin tak begitu kita rasakan pengaruhnya. Tapi kalau yang kita beli benih semangka tak berbiji yang harganya cukup tinggi? Kelebihan benih itu memang bisa saja disimpan untuk musim tanam yang akan datang. Tapi celakanya benih itu biasanya sangat menurun daya tumbuhnya, kalau disimpan kelewat lama. Karena itu, sebaiknya kita menghitung secara tepat, berapa sebenarnya keperluan benih untuk lahan yang akan kita tanami? Menyinggung setepat-tepatnya memang tidaklah mungkin. Tetap saja masih akan ada sedikit sisa, tapi jadinya tidak akan terlalu banyak sampai mubazir.

Untuk bisa menghitung jumlah benih yang diperlukan, kita harus tahu dulu berapa luas lahan yang akan kita tanami. Kemudian berapa jarak tanamnya. Lalu yang terakhir, dalam tiap gram atau ons atau kilo, ada berapa biji benih? Misalnya kita akan menanam jagung. Luas lahan yang akan ditanami 0,5 hektar. Jarak tanam jagung 75 cm. Dalam tiap gram benih jagung ada 50 biji. Satu lubang tanaman perlu ditanami 3 biji jagung.

Rumusnya :

                        Panjang tanah    Lebar tanah
Jumlah benih = -----------------------x ------------------x Jumlah benih per lubang
                        Jarak tanam       Jarak tanam

Luas tanah 0,5 ha = 50 x 100 m atau :
Panjang 100 m = 10.000 cm
Lebarnya 50 m = 5.000 cm
Jarak tanam 75 cm. Jumlah benih per lubang = 3.

Jadi jumlah benih =

10.000     5.000
-----------x--------------x 3 = 26.666 butir
   75           75

1 Gram jagung = kurang lebih 50 butir. Jadi berat benih tersebut = 533 gram. 1 kg = 1.000 gram. Jadi keperluan benih untuk 0,5 ha = 0,533 kg atau sekitar 0,5 kg.

Karena kita perkirakan 20% benih akan mati maka jumlah tersebut kita tambah 20%-nya atau 0,1 kg. Jadi total keperluan benih untuk 0,5 ha = 0,5 kg + 0,1 kg = 0,6 kg.

Untuk menghitung keperluan benih lainnya, rumusnya tak jauh berbeda. Yang harus kita tentukan dahulu tetap luas lahan, jarak tanam, lalu jumlah biji/benih tiap gramnya. Sesudah ditemukan angkanya, ditambah sekitar 20% nya, sebab mungkin dari benih itu ada sekitar 20% yang tidak tumbuh, atau tumbuh sebentar lalu mati. Jadi bisa segera diganti dengan benih cadangan.

Sekarang bagaimanakah kalau benih yang akan ditanam itu berukuran besar? Biasanya benih besar tidak dibeli dengan cara menimbang, tapi menghitung saja jumlahnya. Misalnya benih kelapa. Dalam hal ini keperluan benih kita hitung agak berbeda. Kita hitung dulu luas lahan yang akan ditanami, kemudian jarak tanamnya. Misalnya tanah yang akan ditanami kelapa 1 hektar. Jarak tanamnya 7,5 meter. Berarti tiap lajurnya bisa kita tanami 13 butir (100 m/7,5 m = kurang lebih 13). Seluruhnya menjadi 13 x 13 = 169 tanaman. Berarti benih yang diperlukan 169 tambah 20% untuk jaga-jaga kalau ada yang rusak atau mati. Menghitungnya justru lebih mudah.

Yang sulit ialah memperkirakan jumlah keperluan benih bayam, kangkung darat, seledri dan tanaman lain yang cara penanaman benihnya dengan ditabur begitu saja. Dalam hal ini, keperluan benih dihitung dengan cara yang sama, mulai secara kecil-kecilan dulu. Misalnya jumlah per 100 cm persegi.

Dari angka yang diperoleh, bisa dihitung jumlah biji/ benih per gramnya. Lalu dengan cara yang sama seperti di atas, bisa dihitung jumlah keperluan benih untuk lahan yang lebih besar, yang benar-benar tersedia.

1 komentar: