Sabtu, 28 Agustus 2010

Di Mana Membeli Benih?

UNTUK memperoleh benih bermutu, kita kurang cerdik, kalau belinya di sembarang tempat, apalagi tempat yang belum kita ketahui yang ditawarkan bukannya benih, tapi biji biasa yang akan dimakan. Untuk mengetahui tempat penjualan benih yang baik, kita harus bertanya ke para petani yang sudah berpengalaman, atau ke instansi pemerintah yang berwenang menangani pertanian, seperti Balai Informasi Pertanian, Balai Penelitian Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perum Sang Hyang Seri. Mereka pasti mau memberi informasi, di mana kita dibenarkan membeli benih yang bermutu. Para penjual benih bisa berupa petani biasa, petani penangkar, Balai Benih, atau pedagang yang mengkhususkan diri menjual benih dan sarana produksi pertanian.

Dari beberapa pilihan itu, yang paling aman tampaknya membeli benih langsung ke petani pe-nangkarnya. Sebab di sana kita bisa melihat langsung mutu tanaman induk yang benihnya akan kita beli. Apakah tanaman induk itu cukup baik mutunya? Bagaimana benih itu dipersiapkan dan ditangani? Paling tidak, kita bisa mendengar secara langsung penjelasan mengenai tanaman yang akan kita beli benihnya itu dari tangan pertama. Tapi repotnya, sering kita sulit menjumpai dan mendatangi para petani penangkar itu. Juga kesinambungan adanya benih di kalangan petani penangkar ini agak kurang terjamin. Lain halnya dengan para pedagang benih. Karena pedagang menerima benih lebih dari banyak petani penangkar, maka kapan saja kita datang, pasti tersedia benih.

Sayang, kita agak sulit untuk percaya pada para pedagang, lebih-lebih yang belum begitu kita kenal. Mutu benihnya sering meragukan, karena kita tidak bisa melihat langsung tanaman induk dan proses penanganannya. Yang paling aman ialah berhubungan dengan instansi resmi. Tapi sayang, dewasa ini mereka masih terbatas mengutamakan benih padi dan palawija, khususnya kacang-kacangan, sedang benih sayuran dan buah-buahan masih belum ditangani dengan serius. Keuntungan kita kalau membeli benih di lembaga resmi ini ialah terjaminnya mutu, karena benih itu bersertifikat. Tapi harap hati-hati. Kadangkala, kalau kita berhubungan dengan lembaga itu sering menerima jawaban bahwa stok benih lagi kosong. Tapi oknum petugasnya mengatakan, bahwa kalau mau, bisa diusahakan lewat belakang. Nah, kalau seperti ini yang terjadi, lebih baik jangan diteruskan. Sebab mutu benih tidak diketahui asal usulnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar