Sabtu, 28 Agustus 2010

Ciri-Ciri Benih Bermutu

Di muka sudah dikatakan, bahwa benih yang baik berasal dari tanaman induk yang baik. Selain mempunyai bentuk fisik yang baik, tanaman induk ini harus mempunyai sifat-sifat genetik yang baik pula, dan tidak mengandung penyakit. Sesudah kita yakin bahwa benih itu berasal dari induk yang baik, barulah kita menengok sifat fisik benih itu sendiri, dan apakah ia sehat atau tidak. Ciri-ciri fisik benih bermutu dapat diteliti sebagai berikut:

1.    Bentuk, ukuran dan warnanya seragam. Benih yang baik selalu sama bentuknya. Kalau bentuk benih itu seharusnya bulat, semuanya bulat (tidak ada yang pipih atau lonjong). Itulah benih yang baik. Demikian pula kalau bentuknya seharusnya pipih, maka semuanya juga harus pipih. Ukuran dan warna juga harus seragam. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil. Tidak ada yang berwarna aneh, kalau bibit berwarna kuning semua harus kuning, tak ada yang putih.

2.    Permukaan kulit benih harus bersih dan mengkilat. Tidak ada yang kotor atau keriput. Benih yang keriput pertanda dipetik pada saat buah belum cukup umur.

3.    Tidak tercampur dengan benih hampa dan macam-macam kotoran, seperti tanah, sisa kulit, biji rumput, dan sebagainya.

4.    Kadar air cukup rendah dan benih sudah mengalami masa istirahat yang cukup, namun masih juga belum mengalami masa simpan terlalu lama sampai kadaluwarsa.

Ciri benih yang baik itu dapat dilihat langsung pada saat akan dibeli. Tapi selain ciri yang mudah terlihat itu, benih yang baik juga harus masih mempunyai daya tumbuh dan daya hidup yang besar. Ia harus mempunyai lembaga dan cadangan makanan yang cukup untuk menumbuhkan lembaga itu menjadi tanaman muda. Untuk melihatnya, kita bisa mengupas salah sebutir benih itu, lalu melihat lembaga dan cadangan makanannya. Kalau lembaganya masih utuh dan besar, maka benih masih mempunyai daya tumbuh yang besar. Demikian pula dengan cadangan makanan. Harus terlihat masih segar meskipun dalam keadaan istirahat. Selain itu benih juga harus bebas dari bibit penyakit. Ini bisa diketahui dari kondisi tanaman induknya. Tanaman induk yang sakit cenderung menghasilkan benih yang membawa serta bibit penyakit.

Ciri benih yang baik dapat kita ketahui, kalau yang kita beli itu benih yang belum dikemas. Bagaimana dengan benih yang sudah dikemas? Misalnya dalam kaleng atau kertas serta bloster? Ini memang sulit, karena seperti membeli kucing dalam karung. Jaminan sertifikat atau nama perusahaan saja tampaknya tidak cukup. Menurut pengalaman, benih semacam itu sering mengecewakan. Misalnya benih impor dari Denmark, yang menurut para konsumen ternyata banyak yang tidak tumbuh, sedang benih impor dari Taiwan meskipun masih tinggi daya tumbuhnya, namun hasilnya tidak seperti yang tertera pada label kemasan. Pada label tertera semangka tak berbiji, tapi setelah ditanam ternyata buah semangkanya berbiji sebagian. Hanya sebagian kecil saja yang tak berbiji. Berdasarkan pelbagai pengalaman itu, sebaiknya kita melakukan pengujian secara sederhana dulu sebelum membeli benih dalam jumlah besar.

1 komentar: