Sabtu, 28 Agustus 2010

Benih Bersertifikat

Di muka telah disebutkan, bahwa yang paling aman ialah membeli benih dari para petani penangkar benih yang bersertifikat. Benih bersertifikat, pasti terjamin mutunya dan juga bebas dari bibit penyakit. Pemberian sertifikat benih ini dilakukan oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih, Departemen Pertanian. Ada 4 macam benih bersertifikat: Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok dan Benih Sebar. Benih penjenis ialah benih hasil pemuliaan tanaman, yang nantinya kalau sudah diperbanyak lagi akan menjadi benih dasar. Yakni keturunan pertama dari benih penjenis. Benih dasar dibuat oleh Balai Pembenihan yang ditunjuk oleh Sub Direktorat Pembenian Mutu Benih.

Benih pokok merupakan keturunan dari benih penjenis atau benih dasar yang identitas maupun kemurnian varietasnya sesuai dengan standar mutu yang sudah ditetapkan oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih. Keturunan selanjutnya dari benih penjenis , benih dasar dan benih pokok disebut benih sebar. Inilah yang nantinya akan ditanam oleh para petani. Pada tanaman padi, benih penjenis yang ditangani oleh para pemulia tanaman, jumlahnya cuma sekitar 100 kg. Keturunan yang disebut benih dasar kalau ditangkarkan bisa membiak menjadi 4.000 kg. Kalau ditangkarkan lagi menjadi benih pokok bisa membengkak menjadi 120.000 kg dan benih sebar sekitar 3.600.000 kg.

Siapa saja tentu bisa menjadi penangkar benih, asal memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih. Pertama-tama harus mempunyai hak atas tanah yang akan dipakai untuk menangkarkan benih itu. Selain itu juga mampu memelihara dan mengatur tanah tempat produksi benih itu, dan mempunyai fasilitas pengolahan serta gudang untuk menyimpan benih yang sudah dikeringkan. Kalau syarat itu sudah ada, calon penangkar benih harus mengajukan permohonan ke Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih atau cabangnya, yang akan memberi petunjuk dan pengawasan lapangan. Sesudah penangkar benih bisa menghasilkan benih seperti yang ditetapkan sebagai standar, maka berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan laboratorium, Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih kemudian memberi label benih sesuai dengan kelas yang ditetapkan. Label ini harus ditempelkan pada tiap pembungkus benih. Label putih untuk benih penjenis, label ungu untuk benih dasar dan benih pokok, sedangkan label biru untuk benih sebar. Tiap label memuat keterangan : nama dan alamat produsen, jenis dan varietas tanaman, nomor kelompok benih, berat bersih, tanggal selesai pengujian, kadar air, dan daya tumbuh. Tempat pengujian benih yang juga mengadakan pembinaan, bimbingan dan pengawasan terhadap produksi benih ialah Kebun Benih Sentral. Di Jabar berada di Muara (Bogor) dan Sukamandi (Subang). Di Jateng berada di Tegal-gondo (Klaten). Di Jatim berada di Bedah, Turen (Malang) dan Jabon (Mojokerto). Di Sumut, berada di Tanjung Morawa, di Sumsel : Belitang, dan di Sulsel: Maros.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar