Rabu, 07 Juli 2010

Vaksinasi Penyakit New Castle Desease (ND/Tetelo/Sampar Ayam)

Penyakit ND (Tetelo) disebut dengan New Castle Desease.
Di Kalimantan Barat penyakit ini dikenal sebagai penyakit sampar ayam. Penyakit ND ini dapat menular dan berbahaya bagi ternak ayarn. Penularannya sangat cepat dan banyak mengakibatkan kematian. ini mengakibatkan kerugian bagi petani peternak ayam.
Masa berangkitnya wabah sampar ini biasanya pada musim pancaroba atau musim pergantian dan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Tanda- Tanda Penyakit ND (Sampar) :


1. Ayam tampak lesu, nafsu makan kurang sehingga mengakibatkan berat badan menurun.
2. Beraknya mencret berwarna kehijau-hijauan dan kadang-kadang bercampur darah.
3. Kepala berputar-putar, apabila sudah parah diikuti dengan kelumpuhan kaki dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Penyakit ND :

Penyakit ND disebabkan oleh virus ND. Pengobatan penyakit tersebut sampai sekarang belum ditemukan. Oleh karena itu pemberantasan penyakit ini sebaiknya dengan pencegahan. Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, yaitu memberi kekebalan tubuh ternak ayam. Cara pencegahan vaksinasi ini merupakan cara yang baik dan efektif.

Disamping itu juga pencegahan dengan cara lain dapat dilakukan :

1. Dengan kebersihan kandang dan sekitarnya.
2. Dilakukan sanitasi yang baik seperti kandang harus dikapur, sinar matahari cukup, dan ventilasi harus baik.
3. Memisahkan ternak ayam yang diduga terserang penyakit ND.
4. Memberi makanan yang bagus agar daya tahan lebih tinggi.

Vaksin

Ada beberapa macam vaksin yang diproduksi oleh berbagai perusahaan seperti Sotasec, Lasota, Imopest dan lain-lain. Setiap merek berbeda waktu dan cara penggunaannya, ada yang dicampur air minum,dengan tetes hidung, mulut dan ada yang disuntikkan.

Vaksin yang banyak digunakan oleh Dinas Peternakan adalah vaksin :
- vaksin Strain.F
- vaksin Komarov.

Untuk vaksin Strain F dalam satu ampul berisi 50 dosis (untuk 50 ekor ayam) digunakan untuk anak ayam umur 1 hari sampai 4 minggu dengan cara diteteskan pada mata/hidung/mulut.

Vaksin Strain Komarov dalam satu ampul berisi 100 dosis (untuk 100 ekor ayam), dan ada yang berisi 200 dosis, digunakan untuk ayam berumur 1 bulan keatas dengan cara disuntikan pada otot dada.

Cara Vaksinasi

1. Alat-alat meliputi : botol/pencampur spuit, pipet. Alat-alat tersebut terlebih dahulu dibersihkan dengan direndam air panas/mendidih.
2. Mempersiapkan Vaksin Strain.F atau Strain Komarov serta bahan pelarutnya berupa NaclFisiologis atau Aquadest.
3. Memasukkan pelarut kedalam gelas/botol pencampur dengan menggunakan spuit atau gelas ukur untuk 1 ampul Vaksin Strain.F diqunakan pelarut sebanyak 3 ml, sedangkan untuk Vaksin Strain Komarov yang berisi 100 dosis digunakan pelarut 100 ml pelarut.
4. Ampul Vaksin dipotong pada lehernya masukkan sedikit pelarut kedalam arnpul, dikocok dengan jarum spuit sampai larut kemudian ambil dengan spuit. Tuangkan kedalam gelas pencampur dan diaduk sampai tercampur merata.
5. Vaksin Strain.F diteteskan pada mata/mulut ayam dan dilakukan pada ayam berumur 1 hari sampai 4 minggu sebanyak 1-2 tetes perekor. Jarak antara pipet dengan mata ± 1 cm.
Vaksin Strain Komarov disuntikkan kedalam otot dada sebanyak ½ cc per ekor ayam umur 1-3 bulan, 1 cc per ekor untuk ayam berumur 3 bulan keatas.

Jadwal vaksinasi

- Vaksinasi pertama dilakukan ayam berumur 4 hari s/d l minggu dengan vaksinasi Strain.F.
- Vaksinasi. kedua dilakukan umur 1 bulan dengan Strain Komarov.
- Vaksinasi ketiga dilakukan umur 4 bulan dengan vaksin Strain Komarov.
- Selanjutnya divaksin setiap 6 bulan Sekali secara teratur.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan :

1. Vaksin yang akan digunakan tidak boleh kena sinar matahari langsung baik pada saat membuka ampul, mencampur vaksin, atau saat menyuntik, karena sinar matahari dapat merusak vaksin.
2. Vaksin yang belum digunakan harus disimpan dalam lemari es atau termos yang berisi es.
3. Vaksin yang sudah lewat masa berlakunya tidak boleh digunakan lagi. Hal ini dapat diketahui pada etiket disampul vaksin.
4. Ayam yang boleh divaksin adalah ayam yang masih sehat yang tidak tersangka kena penyakit tersebut.
5. Sisa vaksin yang telah dicampur dan tidak habis setelah 4 jam, tidak boleh digunakan lagi, harus dimusnahkan dibakar/dicampur air mendidih kemudian ditanam ditempat yang aman.
6. Bila menggunakan vaksin ND Strain/merk lain, ikutilah aturan pakainya atau tanyakan pada petugas peternakan setempat.
7. Vaksinasi akan berhasil baik apabila vaksin digunakan baik, pelaksanaan vaksin teratur dan vaksinasi sesuai dengan petunjuk/aturan pakai vaksin yang digunakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar