Kamis, 15 Juli 2010

RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)

Pendahuluan

Rumput Gajah yang juga dinamai rumput Napier atau rumput Uganda termasuk jenis rumput unggul. Rumput ini berasal dari daerah Afrika tropis. Terdapat tiga varietas yang terkenal yaitu varietas Capricorn, varietas Hawaii dan varietas Afrika
Rumput Gajah mempunyai nilai gizi yang tinggi. Hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa bahan keringnya mengandung 6,4% protein kasar, 34,5% serat kasar, 3,0% emak, 8,6% abu dan 47,5% bahan Ekstraksi tanpa N. Rumput Gajah diberikan kepada ternak sebagai rumput potongan, artinya dipotong di kebun kemudian diberikan kepada ternak.

Gambaran Umum

Rumput Gajah adalah rumput yang:
- berumur panjang (perennial)
- tumbuh tegak membentuk rumpun, mirip tebu
- perakaran cukup dalam, tinggi dapat mencapai 2-4 meter
- batang tebal dan keras pada yang tua.
- daun lebar dan panjang, tulang daun agak keras
- dapat tumbuh pada dataran rendah sampal pegunungan
- tahan terhadap kekeringan
- tahan lindungan sedang
- lapisan tanah yang dalarn dan struktur tanah remah (sedang) akan memberikan hasil yang sangat memuaskan
- tidak tahan terhadap air yang tergenang

Varietas Hawaii adalah varietas yang lebih produktif dan dua varietas yang lain, varietas ini mempunyai tanda-tanda batang besar, daun lebar dan halus, lambat berbunga dan tinggi dapat mencapai 4 meter.

Bibit

Rumput Gajah dapat ditanam dengan:
1 Stek atau potongan batang, diambil dan batang yang berumur kira-kira 90 hari (wama batang kekuning-kuningan), panjang stek 2-3 ruas.
2. Pols atau sobekan/anakan rumpun diambiI dari rumpun yang sudah tua terutama pada saat peremajaan. Panjang pols yang baik sekitar 15 cm, biasanya digunakan untuk penanaman di kebun yang tidak begitu luas

Kebutuhan bibit, baik yang berupa stek ataupun pols adalah 17000 stek/pols per hektar.

Penanaman

Waktu yang baik untuk penanaman ialah pada permulaan musim hujan. Sebelum rumput Gajah ditanam, terlebih dahulu harus dilakukan pengolahan tanah dengan maksud untuk mempersiapkan tempat tumbuh yang baik. Tanah dicangkul atau di bajak (1—2) kali sampai gembur.
Pada waktu pengolahan tanah diberikan pupuk kandang kira-kira 1/2 kg per stek/pols, demikian pula kalau diperlukan dapat diberikan pupuk TSP dengan dosis 150 kg/Ha dan KCL 154 kg/Ha. Setelah rumput berumur kira-kira 2 minggu baru diIakukan pemupukan Nitrogen dengan Urea 150 kg/Ha atau dengan ZA 200 kg/Ha. Pemupukan Nitrogen dapat diulangi setiap 2-4 kali pemotongan. Sedangkan pemupukan TSP dan KCL diulangi setelah 6 bulan kemudian.

Jarak tanam di dalam larikan (barisan) 40-60 cm untuk yang ditanam dengan pols dan
50—60 cm untuk yang ditanam dengan stek. Jarak antara larikan 100 cm.

Pemotongan

Pemotongan pertama dilakukan sesudah rumput berumur 50—60 han, pemotongan berikutnya dilakukan setiap 40 hari Penting diperhatikan pemotongan hendakriya dilakukan sebelum rumput berbunga karena setelah berbunga nilai gizi rumput telah menurun dan kurang digemari ternak,

Untuk menjamin agar pertumbuhan rumput baik kembali batang pada rumpun yang dipotong hendaknya disisakan 10-15 cm diatas tanah, Setelah selesai pemotongan hendaknya dilakukan penyilangan dan tanaman pengganggu, pendangiran dan batang yang sudah mati dibuang.
Produksi Rumput Gajah dapat mencapai 150-200 ton/Ha per tahun dengan pemotongan 9-11 kali. Pada tanah yang subur dan dengan pemellharaan yang balk peremajaan dapat dilakukan 4-5 tahun sekali

Tata laksana

Untuk menjamin ketersediaan rumput, penanaman dan pengelolaannya harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi kebutuhan ternak setiap waktu.
Produksi rata-rata rumput Gajah setiap tahunnya 180 ton/Ha dengan 9 kali pemotongan (berjarak waktu 40 hari). Hasil setiap pemotongan 180/9 ton = 20 ton/ha.
Umpamanya peternak memiliki 5 ekor sapi dan untuk kebutuhan ternak pada malam han (siang hari ternak digembalakan) diperlukan kira-kira 20 kg rumput, sehingga untuk 5 ekor sapi diperlukan rumput sebanyak 5 x 20 kg = 100 kg. Jadi untuk 40 hari diperIukan 40 x 100 = 4000 kg = 4 ton rumput. Oleh karena itu untuk 5 ekor ternak diperIukan tanah seluas = 4/20 = 0,2 Ha atau kira-kira 7 borongan
Tanah seluas 7 borongan dapat dibagi menjadi 4 bagian/petak dengan jarak waktu penanaman antara satu petak dengan petak Iainnya berbeda 10 hari (Petak II ditanami 10 hari setelah penanaman pada Petak I, Petak UI ditanami 10 hari setelah penanaman Petak ke II demikian seterusnya). Pemotongan di dalam satu petak dilakukan selama kira-kira 10 hari. Dengan pengaturan yang demikian mäka ternak akan memperoleh rumput setiap waktu.

Pemotongan pertama dilakukan setelah rumput berumur 50-60 hari. Urutan pemotongan setiap petak adalah sebagai berikut:

Hari ke 1 - hari ke 10 pada petak I.
Hari ke 11 - hari ke 20 pada petak II.
Hari ke 21 - hari ke 30 pada petak III.
Hari ke 31 - hari ke 40 pada petak IV.

2 komentar:

  1. rumput gajah bisa beli online
    http://kebunbibit.com/1074-rumput-gajah.html

    BalasHapus