Minggu, 18 Juli 2010

Pos Keliling Desa dan Pos Keliling Kota

Pelayanan dinas pos seperti penjualan benda benda pos, mengirim weselpos, suratpos dan sebagainya, biasanya dilakukan di kantor pos-kantor pos. Untuk menyelenggarakan hubungan pos antara tempat kedudukan kantorpos (pembantu) dan tempat-tempat kedudukan Camat sebagai aparatur pemenntah, maka dalam hal di tempat tersebut tidak ada kantor pos (pembantu) diadakanlah suatu unit penghubung yang dinamakan rumahpos. Unit penghubung ini diselenggarakan oleh petugas pamong praja yang ditunjuk oleh Kepala Daerah Tingkat II dan diberikan petunjuk tehnis dari pihak pos dan giro yang dinamakan rumahpos. Untuk mengirimkan surat-surat ke rumahpos yang lain dan kantorpos (pembantu) melalui trayek-trayek yang sudah ditetapkan oleh Pembesar Pamong Praja setelah berunding dengan pihak Pos dan Giro yang diwakili oleh Kepala Daerah Pos (Kdpos) dapat ditunjuk seorang petugas. Tugas ini dinamakan pos kecamatan apabila yang melakukannya adalah petugas pamong praja dan dinamakan pos desa apabila dilakukan oleh petugas Pos dan Giro. Mengenai pos desa dapat dikemukakan bahwa pada umumnya selain tugas mengangkut/membwa suratpos sesuai dengan trayek yang telah ditetapkan, juga diberi tugas mengantarkan surat-surat yang dialamatkan pada penenimanya sepanjang trayek tersebut dengan maksud lebih membantu mempercepat sampainya surat tersebut ke alamatnya yang dituju. Sejak akhir 1969 diadakan suatu peningkatan tugas-tugas pos desa dengan beberapa tugas-tugas jasa pelayanan Pos dan Giro yang lain.

Di samping menjual bendapos antara lain juga melakukan:
1. Penyerahan suratpos biasa kepada umum dan pengeposan suratpos biasa dan umum sewaktu singgah di balai desa.
2. Pengeposan dan penyerahan suratpos tercatat/terdaftar.
3. Pengeposan dan penyerahan pospaket sampai dengan berat 3 kg.
4. Pengerjaan dan pembayaran weselpos sampai batas maksimum tertentu.
5. Penerimaan pendaftaran/pembayaran pajak pesawat radio.
6. Penerimaan penabungan Bank Tabungan Negara sampai jumlah tertentu.

Untuk meningkatkan kecepatan bergerak, maka pos desa yang sudah ditingkatkan tugas-tugas jasa pelayanannya, dinamakan pos keliling desa. Petugas tersebut dilengkapi dengan sepeda motor, Juga rute diatur sedemikian sehingga jalan yang ditempuh pada waktu berangkat tidak sama dengan rute kembalinya ke kantor induknya. Selain peningkatan jasa pelayanan bagi rakyat yang hidup di desa terpencil, bagi mereka yang tinggal jauh dan kantorpos terutama di pinggiran kota besar tempat pemukiman, pusat perbelanjaan, pusat kegiatan industri, perkantoran, kampus perguruan tinggi yang baru dan belum tersedia kantorpos, disediakan suatu jasa pelayanan Pos dan Giro oleh suatu unit mobil yang dinamakan pos keliling kota.
Unit mobil ini dilayani oleh satu atau beberapa petugaspos dengan mempergunakan kendaraan bermotor khusus secara berkeliling pada jam dan hari tertentu beberapa kali seminggu menyediakan semua jasa yang disediakan oleh kantorpos.
Kedua dinas ini mulai dilaksanakan akhir tahun 1969 dan pada akhir tahun 1970 terdapat 8 trayek Dinas Pos Keliing Kota dan 80 trayek Dinas Pos Keliling Desa. Selain itu untuk daerah Kalimantan yang banyak sungai-sungai, yang dipergunakan sebagai sarana perhubungan yang potensial, dipergunakan perahu bermotor (motor boot) milik Pos dan Giro sendiri untuk angkutan pos antara lain dalam rute Banjarmasin — Kualakapuas pp dan Pontianak — Putussibau — Nangapinoh pp.
Dalam tahun 1971 berikutnya Dinas Pos Keliling Desa menjadi 107 buah trayek sedangkan Pos Keliling Kota menjadi 10 buah trayek.
Tahun 1972 bertambah masing-masing menjadi 118 buah, 24 buah, sedangkan perahupos berkurang karena sebuah rusak sehingga tinggal sebuah. Tahun-tahun berikutnya jumlah trayek baik Pos Keliling Desa dan Pos Keliling Kota telah ditingkatkan sehingga dalam akhir tahun 1978 ada sejumlah 49 trayek Pos Keliing Desa dan 61 trayek Pos Keliing Kota sedahgkan trayek pos desa biasa masih ada 185 buah las. Pada akhir tahun 1987 terdapat sebanyak 449 Pos Keliling Kota dan 2647 Pos Keliling Desa

1 komentar: