Senin, 19 Juli 2010

PETUNJUK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN BAHAN-BAHAN PEMBERANTAS (Insektisida, rodentisida, fungisida, dll)

I. KERACUNAN

Panggillah segera dokter atau bawa penderita kepoliklinik  yang terdekat. Beritahukan kepada dokter nama bahan yang menyebabkan keracunan dengan jelas. .Ini penting untuk menentukan pengobatannya.
Apabila termakan bahan beracun, dalam menunggu kedatangan dokter dapat pula diusahakan meringankan keracunan dengan jaIan memuntahkan. Jika kulit badan terkena hendaknya lekas dicuci bersih. Tanggaikan pula pakaian yang terkena racun
Apabila mata yang terkena, cucilah dibawah air yang mengalir. Apabila asam atau basa yang mengenainya cucilah paling sedikit selama 15 menit. Janganlah mencuci dengan cairan lain selain air biasa
Pada keracunan yang disebabkan oleh terhisapnya gas beracun (fumigan), bawalah penderita segera ketempat yang berudara bersih.
Apabila pernafasan kelihatan lemah atau herhenti, segera usahakan pernafasan buatan.
Apabila bahan beracun itu termakan dapat segera diusahakan pemuntahan dengan jalan memasukkan jari yang bersih kedalam tenggorokan penderita. jika cara ini tidak berhasil berikan air garam (1 gelas air dengan 2 sendok garam).
Peringatan apabila tidak sadar penderita jangan sekali-kali dimuntahkan ataupun diberi minum, tunggu sampai ía sadar kembali.
Setelah penderita muntah dapat juga kemudian diberi norit; 50 gram norit dengan 500 cc air sudah cukup. Dapat juga diusahakan pemuntahan lagi. Hanya pada keracunan tertentu penderita dapat diberi air susu atau minuman yang mengandung minyak lemak. Pemberian air susu atau yang mengandung minyak lemak TIDAK BOLEH dilakukan dalam keracunan bahan beracun yang mudah LARUT DALAM MINYAK, karena hal ini akan menambah kerasnya keracunan. Pemberian norit selalu tidak menambah bahaya karena hanya bekerja sebagai ABSERBEN saja. Pada umumnya beberapa waktu sampai beberapa jam setelah terjadi keracunan masih boleh diusahakan pemuntahan.
Tetapi apabila yang termakan itu ASAM, BASA atau CARBOLINEUM setengah jam setelah terjadi keracunan tidak boleb diusahakan pemuntahan lagi. Bahan-bahan ini merusak dinding usus dan apabila terjadi pemuntahan maka dinding usus itu akan lebih rusak lagi karena gerakan-gerakan sewaktu muntah, sebagai gantinya berikan kepada penderita:

1) minum banyak air, apabila mungkin tambahkanlah putihnya telur kedalamnya;
2) untuk keracunan karena asam, dapat ditambahkan air sabun yang encer kedalam air;
3) untuk keracunan basa, beri minum air CUKA ENCER atau AIR JERUK/ ASAM;
4) untuk keracunan ASAM atau BASA dapat juga diberi minum campuran air susu dan telur.

Apabila keracunan telah berjalan cukup lama, pemuntahan tidak akan banyak menolong. Serahkan saja segera penderita kepada dokter untuk perawatan lebih lanjut.
Jika penderita tidak sadar, tidurkan penderita terlentang dengan kepala miring, supaya apabila muntah, muntahannya tidak menutup jalan pernafasan. Tanggalkan pakaian yang terkena bahan beracun dan lepaskan segera benda-benda yang mengikat bagian badannya. Cuci segera bagian badan yang terkena. Jangan sekali-kali diusahakan pemuntahan atau dicoba diberi minum. Penderita baru boleh diberi minum apabila ia sudah sadar kembali. Penderita harus selalu dijaga, supaya kalau perlu dapat diusahakan pernafasan buatan.
Apabila semua usaha pertolongan pertama ini telah dikerjakan dan penderita kelihatan lebih baik jangan sekali-kali menyangka bahwa ia telah mulai sembuh. Pemeriksaan dokter harus lekas diusahakan. Ingat akibat yang lebih berbahaya masih mungkin tiba.
Jangan lupa beritahukan kepada dokter apa yang telah terjadi mengenai keracunannya sendiri dan pertolongan pertama yang telah dilakukan ini sangat membantu usaha dokter untuk mengobatinya.

II. KERACUNAN LAMBAT

Apa yang diuraikan diatas adalah keracunan yang disebabkan oleh termakannya bahan beracun.
Jangan lupa bahwa baban pemberantas dapat pula masuk kedalam badan sedikit demi sedikit melalui kulit, hidung atau mulut. Terutama bahan-bahan pemberantas yang berbentuk larutan peka dalam minyak dan e.c. (emulsifiable concentrate) mudah masuk melalui kulit.

GEJALA UMUM keracunan lambat adalah sebagai berikut :
a. badan terasa lemah, sukar tidur, gangguan perut, berkeringat tidak wajar (banyak dan dingin), gugup karena syaraf terganggu, dsb.
b. Semua jenis bahan pemberantas dapat menyebabkan gejala keracunan tsb., tetapi khususnya bahan yang mengandung logam berat seperti;

1. air raksa (Hg),
2. timbel (Pb),
3. arsen (As),
4. insektisida-insektisida yang mengandung chior (Cl) seperti DDT, endrin, dsb.
5. insektisida-insektisida yang mengandung fosfor (P) seperli parathion, foliclol, malathion, dsb.

Kalau terasa gejala-gejala sebagai tsb diatas hendaknya lekas pergi kedokter untuk diperiksa.
Pada umumnya bahan pemberantas itu lebih mudah melalui kulit yang berluka dan pada kulit yang sehat. Kalau ada luka pada bagian badan yang terbuka hendaknya berhati-hati sekali dalam bekerja dengan bahan-bahan pemberantas itu atau mencari ganti lain orang yang tidak mempunyai luka. Jangan lupa usahakan supaya kulit yang sehatpun tidak terkena bahan pemberantas itu.

III. JENIS-JENIS BAHAN PEMBERANTAS DAN PERTOLONGAN PERTAMA JIKA TERJADI KERACUNAN.

1. ALDRIN: mudah diserap kulit, terutama yang berbentuk larutan minjak dan e.c.
Dalam hal keracunan usahakan pemuntahan; tidak boleh diberi minum air susu atau minuman yang mengandung minyak/lemak. Setelah muntah boleh diberi norit.
2. ANTU : Dalam keracunannya muntahkan dan beri norit.
3. CARBAMAT : Meskipun persenyawaan ini kurang beracun, jangan sampai terkena kulit atau termakan. Pertolongannya seperti pada ALDRIN.
4. CARBOL, CARBOLINEUM (plantanium):
Jika terkena kulit menimbulkan lepuh. Cucilah lepuh dengan alkohol atau glycerin. Untuk menjaga supaja tidak terjadi lepuh bagian yang terluka dilumas dengan vaselin.
Dalam keracunan hanya boleh dimuntahkan apabila keracunan belum berselang lebih dari 30 menit. Beri minum air dicampur putihnya telur, air susu dan kemudian norit.
Gejala keracunannya: lumpuh, kejang, dapat juga pernafasan berhenti.
5. CHLORDANE.: Dalam keracunan pemberian pertolongan pertama seperti pada ALDRIN.
6. DDT: Keracunan sedikit demi sedikit melalui kulit atau mulut menimbulkan gejala-gejala pusing kepala atau sakit perut. Pertolongan pertama seperti pada ALDRIN.
7. DIELDRIN, ENDRIN, HCH atau BHC (awas merangsang mata dan selaput lendir); Dalam keracunan pertolongan seperti pada ALDRIN, LINDANE. HEXYCLAN; GAMMEXAN E; MALATHION; METADEL HYDE: untuk pertolongan pertamanya seperti ALDRIN.
8. NICOTIN Jika terhisap dalam penafasan atau termakan menyebabkan sakit kepala, muak,mungkin juga tidak sadar dan pernapasan berhenti. Dalam keracunan berikan norit dan bawa penderita ketempat yang berudara bersih. Kalau perlu kerjakan pernafasan buatan. Keracunan sedikit demi sedikit dapat menyebabkan rabun mata..
9. PARATHION dan METHYLARATHION : Lebih beracun dari MALATHION.
Dalam pertolongan pertamanya seperti pada MALATHION.
10. PYRETHRUM: Dalam kepekatan-pakai tidak beracun untuk manusia.
11. ROTENON-DEARIS : merangsang mata dan selaput lendir. Dalam kepekatan pakai tidak beracun untuk manusia. Beracun sekali untuk ikan.
12. SYSTOX; METASYSTOX: Lebih beracun dari pada PARATHION. Pertolongan pertamanya seperti pada MALATHION.
13. ZINCPHOSPHIDE (racun tikus): Jangan dipegang dengan tangan: Apabila basah (Lembab) mengeluarkan gas yang beracun; karenanya harus disimpan dalam tempat yang tertutup dan kering. Dalam keracunan muntahkan dan beri norit.
14. BAHAN PEMBERANTAS YANG MENGANDUNG TEMBAGA (Cu): Dalam keracunan muntahkan dan beri norit.Baik juga diberi air teh pekat atau air dicampur putihnya telur. Yangan diberi minum air susu atau minuman yang mengandung minyak/lemak.
15. BAHAN PEMBERANTAS YANG MENGANDUNG AIR RAKSA (Hg): Pada kulit menyebabkan lepuh. Cuci lepuh dengan air dan kompres dengan air teh yang pekat jangan diberi salep atau obat lain. Pergilah kedokter dalam keracunan muntahkan, beri norit, air yang pekat atau air susu.
16. BAHAN PEMBERANTAS SANG MENGANDUNG FOSFOR (P): Membakar kulit. Dalam keracunan muntahkan dan beri nonit, baik juga diberi gula atau sirop. Jangan diberi minum air susu atau minuman yang mengandung minyak/lemak.

IV. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYIMPANAN DAN BEKERJA DENGAN BAHAN PEMBERANTAS.

1. Alkohol dapat memperkuat daya racun. Janganlah minum-minuman yang mengandung alkohol dekat sebelum dan sesudah bekerja.
2. Janganlah makan atau merokok sewaktu bekerja dengan bahan pemberantas.
3. Simpanlah bahan-bahan pemberantas itu dalam tempat aslinya. Jika tak mungkin simpanlah dalam botol-botol atau kaleng-kaleng yang tertutup rapat, beretiket jelas bahwa bahan-bahan tsb adalah bahan beracun. Simpanlah bahan-bahan tsb. dalam tempat yang terkunci.
4. Bacalah dahulu petunjuk-petunjuk pemakaian bahan pemberantas sebelum mulai bekerja. Ikutilah petunjuk-petunjuk itu dengan seksama.
5. Tempat menyimpan hendaknya jangan terlalu dekat dengan kamar-kamar ruangan yang didiami atan bersamaan dengan bahan makanan.
6.  Cucilah tangan dan badan dengan sabun sesudah bekerja dengan bahan-bahan pemberantas
7. Usahakan supaya bahan-bahan pemberantas itu ticlak mengenai kulit, terutama bahan yang belum diencerkan (yang masih pekat consentrate). Pakailah sarung tangan karet.
8. Janganlah bekerja apabila tangan atau bagian badan lain yang terbuka luka.
9. Janganlah menyemprot atau menghembus berlawanan dengan arah angin. Pakailah penutup mulut dan hidung (masker atau sapu tangan).
10. Sewaktu bekerja dalam tempat yang tertutup hendaklah lebih berhati-hati. Janganlah kembali ketempat yang telah disemprot atau dihembus. Orang baru boleh masuk setelah bahan pemberantas mengendap dan udara yang bersih telah cukup masuk kembali.
11. Janganlah berada dalam gudang bahan pemberantas terlalu lama. Digudang yang tertutup udara dapat mengandung uap bahan pemberantas.
12. Berhati - hatilah sewaktu rnencampur bahan - bahan pemberantas. Jagalah jangan sampai bahan yang belum diencerkan mengenai kulit atau terhisap uapnya.
13. Bekerjalah sedemikian rupa sehingga tanaman yang telah disemprot atau dihembus tidak dilalui lagi untuk menghindari persentuhan dengan tanaman yang telah kena bahan pemberantas.
14. Bekas tempat bahan pemberantas janganlah dibuang disembarang tempat.
Kalau terbuat dari kertas sebaiknya dibakar, lalu dibenam. Awas, jangan terhisap asap api ! Kalau bekas tersebut dari bahan lain, rusakkan dahulu tempat obat itu kemudian benamlah dalam-dalam.
15. Ingat bahwa semua ternak peka terhadap banyak jenis bahan-bahan pemberantas. Begitu Pula Ikan. Awas dan Hati-hatilah !
16. Janganlah mencuci alat-alat penyemprot dan alat-alat lain yang dipakai dalam peniberantasan itu didalam kolam, disungai atau tempat-tempat mandi. Janganlah membuang air cucian disembarang tempat. Buatlah lubang dalam tanah yang jauh dan sumur, kolam dan sungai untuk membuang air cucian tsb. Kemudian tutup lagi lubang itu.
17. Sesudah bekerja segera tanggalkan pakaian dan cucilah dengan sabun. Mandilah pula dengan sabun.
18. Apabila waktu bekerja badan terasa kurang enak lekas hentikan pekerjaan dan pergilah kedokter (poliklinik) untuk diperiksa. Beritahukan bahan-bahan apa yang digunakan.

Sumber : Ir. Soemartono Sosromarsono, DJawatan Pertanian Djakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar