Kamis, 22 Juli 2010

Penghijauan

ARTI PENGHIJAUAN

• Penghijauan dalam arti-kata luas adalah segala daya-upaya untuk memulihkan dan atau mempertahankan dan mengembangkan secara berkelangsungan kondisi tanah beserta kelengkapannya sehingga secara optimal dapat melaksanakan fungsi-fungsinya sebagai unsur produksi, sebagai media pengaturan tata-air dan sebagai media perlindungan alam lingkungan.

• Tergantung kepada status tanah, kondisi tanah dan peruntukan tanah ybs, Penghijauan dilaksanakan melalui pendekatan atau budidaya Kehutanan (reboisasi). Pertanian (penghijauan). Perkebunan (peremajaan) atau Peternakan (perumputan).

• Penghijauan yang ditujukan untuk memulihkan kondisi tanah mempunyai sasaran tanah-tanah pertanian tegalan, padang alang-alang, tanah-tanah kosong/gundul dan tanah-tanah terlantar lainnya, hutan rusak dan belukar, dengan prioritas pada yang keadaannya kritis.

• Penghijauan yang ditujukan untuk mempertahankan dan mengembangkan kondisi tanah, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budidaya yang diterapkan di dalam menggunakan tanah-tanah ybs, dan mempunyai tekanan kepada pencegahan terjadinya tanah-tanah kosong dll tersebut di atas.

• Tergantung kepada pendekatan atau budidaya yang digunakan, Penghijauan meliputi sebagian atau seluruhnya kegiatan-kegiatan: pembuatan sengkedan; penanaman tanaman sengkedan, tanaman pionir dan atau penanaman tanaman-tanaman pengawet dan peningkatan kesuburan dan kestabilan tanah; penanaman tanaman produktip sesuai dengan kemampuan tanah dan prospek sosial dan ekonomi yang diharapkan.

• Penghijauan dalam rangka pencapaian dan pendayagunaan tujuan-tujuannya melibatkan berbagai aspek (teknik, sosial dan ekonomis), fungsi, tugas dan kegiatan serta kewenangan dan keahlian, sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang bersifat multi dimensi, guna mencapai keselarasan-keselarasan dan jumlah manfaat yang optimal secara berdayaguna, dan berhasilguna.

I. MENGAPA PERLU PENGHIJAUAN

Tindakan manusia menebangi pohon-pohon muda untuk diambil kayunya, menanami lereng-lereng bukit dengan tanaman-tanaman semusim atau membakar hutan untuk perladangan, pada akhirnya setelah bertahun-tahun akan menghasilkan tanah-tanah yang kosong terbuka atau padang alang-alang. Mungkin sekali mereka itu tidak sadar akan bahaya yang ditimbulkannya, bahkan sampai sekarang masih ada orang yang melakukan hal-hal seperti itu. Mungkin terdorong keperluan hidup. Tetapi yang jelas sekarang ini telah banyak padang alang-alang dan tanah-tanah gundul.

Dari padang alang-alang atau tanah-tanah kosong terbuka, kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Pada tanah-tanah seperti itu, sukar sekali tanaman tumbuh atau bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Kesuburan tanah telah sangat berkurang. Biasanya tanah-tanah ini dibiarkan saja terlantar. Keadaannya semakin lama semakin parah. Mungkin sekali disatu saat, alang-alangpun tidak dapat tumbuh.

1. Tanah gundul

Tanah gundul tidak berpepohonan merupakan akibat pertama yang terjadi dari perusakan hutan dan pepohonan. Tanah gundul ini bagaikan penyakit dalam tubuh kita, apabila tidak segera ditanggulangi, maka akan makin parah dan meluas. Bila dibiarkan terus terbuka atau terus menerus diolah, lebih-lebih di daerah perbukitan, tanah akan mudah terkikis air hujan sehingga akan mudah tandus. Dan tanah tandus tidak akan memberikan apa-apa bagi petani, kecuali kemiskinan.

2. Banjir

Sudah tentu setiap orang tidak menghendaki terjadinya banjir, karena besar sekali penderitaan yang akan ditimbulkannya. Banjir menghancurkan pertanian, menghanyutkan rumah-rumah, harta benda, ternak dan sebagai-nya. Banjir juga merusak jalan-jalan, jembatan dan rel kereta api. Belum lagi lumpur dan tanah yang menyumbat saluran-saluran air. Selain itu juga dapat menimbulkan berbagai macam wabah bagi penduduk dan hewan ternak.

Banjir dapat terjadi jika air hujan yang jatuh ke bumi tidak banyak terserap ke dalam tanah. Kemudian jika air ini juga tidak tertampung oleh sungai yang mengalirkannya ke laut, terjadilah banjir. Kemampuan sungai menampung aliran air akan menjadi semakin kecil karena adanya pendangkalan oleh tanah yang tererosi. Hal ini terjadi karena tidak ada pohon-pohon yang menahan aliran air di dalam tanah. Tidak ada jaringan akar dan lapisan humus yang menyimpan air di dalam tanah.

3. Kekeringan

Kita sering mendengar bahkan mungkin mengalami sendiri bencana kekeringan. Tanah yang gundul tidak berpepohonan, pada musim kemarau, tidak akan banyak mempunyai persediaan air, karena pada musim penghujan tanah sulit atau sama sekali tidak dapat menyerap dan menyimpan air. Persediaan air yang hanya sedikit ini akan habis menguap. Akibatnya mata air mati, sungai dan parit kering. Kekeringan seperti ini dapat mematikan tanaman, membunuh ternak. Tetapi pada tanah-tanah berpepohonan, pada musim penghujan sebagian air masih tetap dipertahankan di dalam tanah. Sehingga di musim kemarau, tanaman masih dapat tumbuh dengan subur.

4. Kemiskinan

Tanah gundul, banjir dan kekeringan pada akhirnya hanya akan menimbulkan kesengsaraan. Ini jelas, sebab tidak ada usaha pertanian yang dapat kita harapkan berhasil pada tanah-tanah gundul. Pada musim kemarau tidak ada air, tetapi di musim penghujan terjadi banjir. Belum lagi apabila tanah longsor. Semuanya ini jelas akan menghabiskan harta milik kita.

Apabila keadaan ini dibiarkan berlangsung terus, apakah yang akan terjadi? Tanah-tanah gundul semakin luas, banjir secara teratur tiap musim akan melanda, sementara tanah-tanah di daerah perbukitan banyak yang longsor. Kemiskinan muncul di mana-mana. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi semua bencana ini? Jawabnya tidak lain adalah Penghijauan.

Dalam arti luas penghijauan adalah segala daya upaya manusia untuk memulihkan, mempertahankan dan mengembangkan keadaan tanah beserta kelengkapannya secara baik, sehingga dapat berguna sebagai sumber kehidupan dan perlindungan alam.

II. BAGAIMANA PENGHIJAUAN DILAKUKAN

Kehidupan para petani kita sangat tergantung pada hasil pertanian, baik di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian tanaman semusim, peternakan maupun perikanan. Oleh karena itu, hidupnya sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah serta keteraturan tata air. Luasnya tanah kritis yang antara lain berupa padang alang-alang dan tanah-tanah tidak produktif lainnya, jelas menimbulkan berbagai macam masalah: Satu-satunya jalan yang harus kita lakukan untuk menanggulangi masalah ini, tidak lain ialah dengan melaksanakan penghijauan.

Dilihat dari tujuan dan daerah tempat penghijauan dilakukan, dikenal beberapa macam istilah. Penghijauan yang dilakukan pada areal kawasan hutan disebut reboisasi, sedang yang dilakukan pada areal perkebunan disebut peremajaan. Kedua macam penghijauan itu sudah diatur tersendiri oleh masing-masing pihak yang bersangkutan. Tetapi yang penting adalah, kita harus sama-sama mencegah terjadinya kerusakan tanaman kehutanan atau perkebunan itu.

Sekarang marilah kita dalami mengenai penghijauan yang dilaksanakan pada tanah milik. Bagaimana penghijauan ini harus dilakukan?

1. Penghijauan dengan penanaman pohon

Penghijauan dengan penanaman pohon dilakukan selain di atas tanah yang kemiringannya sangat curam, juga di sepanjang tepi sungai, jurang, sekitar waduk atau bendungan, dan sekitar mata air. Jenis tanamannya dipilih
yang cocok dengan keadaan tanah dan sesuai dengan tujuannya. Misalnya jika untuk tujuan pengaturan tata air, perakaran pohon harus yang dalam. Jika untuk menyuburkan tanah, utamakanlah jenis-jenis yang dapat menyuburkan tanah seperti albasia, turi dan sebagainya.

Untuk menanam pohon harus disediakan bibitnya terlebih dahulu. Beberapa jenis pohon, bijinya dapat ditanam langsung di lapangan, dan beberapa jenis lagi harus melalui persemaian. Bibit dari persemaian ini dapat berupa bibit dalam kantung, cabutan, kepalan atau stump. Tentunya perlu langkah-langkah persiapan lainnya seperti pembuatan lubang, pemberian pupuk kandang dan lain-lain. Setelah ditanam perlu dipelihara, seperti disiram, didangir dan sebagainya.

Bermacam-macam pohon dapat ditanam, seperti nangka, petai, rambutan, cengkeh, mangga dan lain-lain. Pilihlah tanaman-tanaman yang memang tersedia bibitnya dan yang disukai.

2. Pengawetan tanah

Cara lain yang dikenal dalam penghijauan adalah pengawetan tanah. Ada beberapa macam pengawetan tanah.

a. Pembuatan teras/sengkedan

Pembuatan teras dilakukan pada tanah yang letaknya miring. Maksudnya adalah untuk mengurangi kecepatan air yang mengalir di atas permukaannya. Air yang mengalir di tempat yang miring, jika tidak dibuat teras-teras, dapat menyebabkan terkikisnya lapisan permukaan tanah. Sedang lapisan permukaan tanah merupakan lapisan subur yang paling dibutuh kan oleh tanaman. Dengan demikian pembuatan teras atau sengkedan dimaksudkan untuk melindungi/ mempertahankan agar tanah tetap subur. Dengan adanya teras, peresapan air ke dalam tanah dapat diperbanyak. Bukankah kesuburan tanah dan adanya air tanah itu sangat dibutuhkan oleh tanaman?

Kita sudah mengenal bahwa ada 4 bentuk teras yaitu teras datar, teras kredit, teras guludan dan teras bangku. Teras datar dibuat pada tanah-tanah yang sedikit miring, demikian seterusnya sampai teras bangku untuk tanah-tanah sangat miring.

Teras-teras yang telah dibuat perlu diperkuat agar tidak longsor atau hanyut terbawa air. Perlu ditanam tanaman penguat di sepanjang guludan. Juga di beberapa tempat, perlu dibuat saluran-saluran air. Untuk tempat-tempat yang terlalu curam, dibuat terucuk.

Setelah semua selesai, teras-teras masih harus dipelihara, yang meliputi :
— perbaikan saluran air dan membersihkannya dari tanah yang menimbuninya
— memperkuat guludan
— menyulam tanaman penguat teras
— memangkas daun tanaman penguat teras, kalau sudah lebat.

Pembuatan bendungan pengendali.

Bendungan pengendali (check-dam) adalah waduk kecil dengan konstruksi sederhana dan berfungsi untuk menampung aliran permukaan beserta lumpur yang dibawanya. Bendungan pengendali dibuat di daerah berbukit dengan kemiringan lereng rata-rata 30 %. Keuntungan lain dari bendungan pengendali adalah sebagai tempat penampungan air bagi penduduk di musim kemarau, baik untuk mengairi sawah atau keperluan lain.
Bendungan pengendali harus dibuat secara bergotong-royong, sebab meliputi daerah yang cukup luas. Dibeberapa tempat bendungan pengendali ini dibuat oleh pemerintah.

c. Bentuk-bentuk lain pengawetan tanah

Selain pembuatan teras dan bendungan pengendali, masih ada cara-cara lain dalam usaha pengawetan tanah ini, seperti mengatur pergiliran tanaman, menanam tanaman-tanaman penutup tanah, penserasahan dan lain-lain.

Demikianlah beberapa usaha untuk menyelamatkan serta memelihara kelestarian tanah dan tata air.

TUJUAN DAN MANFAAT UMUM PENGHIJAUAN

• Mencegah bahaya-bahaya banjir dan erosi, dan dengan itu mengamankan alam lingkungan beserta segala obyek vital yang ada di dalamnya.

• Memperbaiki dan memelihara secara berkelangsungan kondisi hidro-orologis daerah aliran sungai sehingga terjamin sistim tata air yang mantap sepanjang masa.

• Memperbaiki dan mempertahankan secara berkelangsungan produktivitas tanah sehingga dapat berperanan sebagai modal produksi Pertanian dalam arti luas.

• Menciptakan alam lingkungan yang mempunyai arti aestetika, dan yang mampu memberikan perlindungan bagi kehidupan.

• Meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar dengan tersedianya bahan-bahan yang diperlukannya sebagai produk Penghijauan.

• Memberikan dorongan bagi terselenggaranya perencanaan penggunaan tanah, pemukiman atau pemukiman kembali penduduk dan transmigrasi.

• Mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha Pertanian (agro-business) dan industri pengolahan hasil-hasil Pertanian (agro-industry).

III. MANFAAT PENGHIJAUAN

Bila kita telah melaksanakan penghijauan, yaitu menanami tanah tanah kosong dengan berbagai macam tanaman, membuat teras-teras di tanah miring dan tindakan pengawetan alam yang lain, maka apa yang akan kita peroleh? Pertama-tama adalah alam yang subur dengan tata air yang teratur dan usaha pertanian yang menguntungkan. Apakah itu saja manfaatnya? Marilah kita lihat.

A. Manfaat langsung

Bermacam-macam manfaat yang dapat kita rasakan dengan adanya kegiatan penghijauan itu. Untuk penghijauan yang dilakukan dengan penanaman pohon-pohonan, maka hasil dari pohon-pohonan itu akan memberi manfaat atau keuntungan kepada kita.

Beberapa jenis tanaman kayu-kayuan yang memberikan hasil :

1. Akasia dekuran

Kayu dari pohon ini biasa digunakan untuk kayu bakar dan bahan untuk arang. Kulitnya baik sebagai bahan penyamak kulit. Untuk ini sebaiknya dipungut pada umur 8 tahun. Produksi kulit setelah umur 8 tahun, pada jarak tanam 3 x 1 m. kurang lebih 1 ton per hektar.

2. Albasia

Kayu dari pohon ini banyak digunakan untuk bahan bangunan, peti, bahan korek api, kayu bakar dan kertas. Daunnya baik untuk pupuk hijau atau makanan ternak. Umur pemungutan disesuaikan dengan tujuan peruntukannya.

3. Bambu

Bambu siap untuk dimanfaatkan. Bambu banyak digunakan untuk bangunan rumah, untuk bahan anyam-anyaman, kayu bakar dan kertas. Di Jawa pemungutan hasil dilakukan setelah tanaman berumur 3 sampai 4 tahun.

4. Pinus

Kayu dari pohon ini digunakan untuk pertukangan, kayu bakar dan bahan kertas. Getahnya juga dapat disadap untuk diperdagangkan. Saat pemungutan hasil dilakukan setelah pohon berumur kurang lebih 30 tahun.

Beberapa jenis tanaman perdagangan yang memberikan hasil :

1. Cengkeh

Tanaman cengkeh muda. Kita semua tentu sudah mengenal tanaman cengkeh ini. Dengan menanam beberapa pohon saja, hasilnya sudah cukup untuk membiayai hidup kita seke luarga. Tanaman ini sudah banyak ditanam dalam rangka menghijaukan bukit-bukit gundul.

2. Coklat

Buahnya, setelah melalui pengolahan, dapat dijual sebagai bahan makanan dan bahan industri.

3. Jambu mente

Dari pohon ini dipungut buah dan bijinya. Buahnya selain dimakan segar, juga dapat dibuat manisan. Bijinya dapat dimakan dan mahal harganya. Sedang kulitnya dapat dijual untuk digunakan sebagai bahan pembuat minyak. Pohon jambu mente ini berbuah pada umur 8 tahun. Produksinya dapat mencapai 300 - 400 buah per pohon. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, jambu mente sudah banyak ditanam sebagai tanaman penghijauan.

4. Kapuk

Buah yang sudah tua dari pohon ini dapat menghasilkan bahan kapuk. Setelah melalui pengolahan sederhana, bahan digunakan untuk kasur dan bantal. Bijinya dapat dijual dan menghasilkan minyak biji kapuk. Produksi serat dapat mencapai 500 kg per hektar.

5. Karet

Hasil yang dipungut dari pohon ini terutama getahnya. Pohon yang dapat disadap paling sedikit yang sudah berumur 4 tahun. Tiap tahun, setiap pohon dapat disadap 180 kali.

6. Kelapa

Hampir semua bagian kelapa ini bermanfaat. Daging buahnya digunakan untuk keperluan masak sehari-hari, untuk bahan kue, untuk bahan minyak goreng dan bahan mentega. Tempurungnya untuk hiasan dan kayu bakar. Serabutnya untuk bahan alat rumah tangga. Batangnya untuk bahan bangunan, antara lain untuk jembatan. Daunnya digunakan untuk atap, lidinya untuk dibuat sapu.

7. Kemiri

Pohon ini menghasilkan biji yang bagian dalamnya dapat digunakan bumbu masak atau sebagai bahan minyak. Kayunya juga dapat digunakan untuk bahan bangunan.

8. Kopi

Hasil yang dipungut dari pohon ini adalah buahnya untuk diambil bijinya. Digunakan sebagai bahan minuman setelah terlebih dahulu diolah.

Tanaman buah-buahan jelas akan banyak memberi keuntungan apabila ditanam untuk penghijauan. Adpokat, duku, nangka, gandaria, sukun, mangga, melinjo, petai, sawo, rambutan dan masih banyak tanaman buah-buahan lain yang dapat kita tanam untuk penghijauan. Hasilnya selain untuk dimakan, sudah tentu juga dapat dijual.

Beberapa jenis tanaman yang biasa ditanam sebagai tanaman penguat teras, juga akan banyak memberi keuntungan :

1. Gamal

Hasil yang dapat diperoleh ialah kayu bakar dan daunnya untuk makanan ternak.

2. Kaliandra

Hasil yang dapat diperoleh ialah kayu bakar. Pada umur 1 tahun, tanaman mulai dapat ditebang 50 cm di atas tanah dan dapat dilakukan setiap waktu.

3. Turi

Hasil yang dipungut berupa bunga untuk sayur, daun untuk makanan ternak dan kayu bakar.

B. Manfaat tidak langsung

Penghijauan selain akan memberikan manfaat langsung kepada mereka yang melakukannya, juga akan dapat memberi manfaat kepada orang lain. Dengan menanam pohon-pohonan di daerah hulu atau perbukitan, maka orang-orang di daerah hilir yang biasanya sering dilanda banjir, akan tertolong.

Manfaat inilah yang dikatakan manfaat tidak langsung. Memang kita yang berada di daerah hulu, dekat gunung mungkin tidak akan pernah kebanjiran. Banyak di antara kita yang secara tidak sadar telah membantu mereka yang tinggal di daerah hilir.

Selain itu, penghijauan yang berhasil akan memberikan suasana segar. Tanah menjadi subur, cukup air dan usaha pertanianpun akan berkembang.

Apabila usaha-usaha pertanian telah berkembang, misalnya dengan telah banyaknya tanaman-tanaman tertentu yang tumbuh, maka banyak kegiatan dan usaha lain yang juga dapat berkembang, antara lain :

1. Koperasi

Apabila di suatu daerah, apakah itu sebuah kampung, desa atau kecamatan, banyak diperoleh hasil-hasil penghijauan yang dapat dijual, maka sebaiknya hasil-hasil ini diatur untuk dijual secara bersama-sama. Untuk itu hendaknya didirikan koperasi. Dengan koperasi, biaya pengangkutan dapat ditekan, dan petani akan mendapatkan harga yang layak untuk hasil produksinya.

2. Pemerataan pendapatan

Anggauta masyarakat lainnya yang tidak mendapat keuntungan-keuntungan langsung dari penghijauan akan mendapat kesempatan juga untuk memperoleh keuntung-an-keuntungan dari penghijauan ini. Misalnya memelihara kebun pembibitan, apabila sudah dapat dilaksanakan pembibitan bersama. Atau sebagai pegawai koperasi.

Contoh-contoh di atas hanyalah sebagian dari manfaat atau keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dari adanya kegiatan penghijauan ini. Jelas, lambat atau cepat, penghijauan akan memberi manfaat atau keuntungan-keuntungan kepada kita, entah langsung ataupun tidak langsung.

Yang jelas, apabila tanah-tanah terlantar kita biarkan saja, tidak ada sedikitpun manfaat atau keuntungan yang akan kita peroleh.

IV. PETANI DAN PENGHIJAUAN

Penghijauan merupakan kegiatan yang menyangkut orang banyak, baik langsung maupun tidak langsung. Memang, penghijauan sekarang ini merupakan program dari Pemerintah. Biaya untuk ini disediakan oleh pemerintah. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita dapat langsung lepas tangan. Kitapun turut bertanggung jawab. Para petanipun sudah sewajarnya untuk turut aktif, bahkan memegang peranan penting.

Bisa saja kita bekerja sendiri-sendiri dalam usaha penghijauan ini. Tetapi itu hanya akan mencakup sebagian kecil tanah saja. Bekerja bersama-sama akan lebih menguntungkan. Mengapa?

Tanah-tanah yang perlu dipelihara atau diperbaiki baik yang ditanami pohon-pohonan ataupun dengan usaha-usaha pengawetan tanah, tidak selamanya merupakan tanah pekarangan di belakang rumah kita. Ada juga tanah-tanah negara yang perlu digarap bersama-sama. Karena letaknya di desa kita, maka itu menjadi tanggung jawab kita juga. Untuk ini kita tidak dapat bekerja sendiri-sendiri, tapi perlu berkelompok, bekerja sama. Bukankah kerja bergotong-royong sudah merupakan kebiasaan yang sering kita lakukan?

Dalam hal pengawetan tanah, misalnya dalam pembuatan teras, kerjakanlah secara bersama-sama, karena bila dikerjakan sendiri-sendiri, teras yang satu tidak akan sejalan dengan teras yang lain yang bersebelahan. Teras tersebut tidak akan bermanfaat, bahkan mungkin menjadi sumber malapetaka, karena akan memperbesar bahaya erosi.

Bila di suatu daerah sudah terbentuk kelompok tani, kiranya tak usah membentuk kelompok tani baru, tapi tambahlah kegiatannya dengan kegiatan penghijauan. Sebagai pemimpinnya, pilihlah salah seorang di antara anggota-anggota yang ada, yaitu tani teladan yang di segani dan dituruti oleh petani lainnya. Bila belum ada kelompok tani, bentuklah regu penghijauan yang kemudian nantinya akan berkembang menjadi kelompok tani yang mempunyai bermacam-macam kegiatan. Untuk lokasinya, pilihlah tempat-tempat yang mempunyai tanah kritis.

Banyak sekali keuntungan yang dapat kita peroleh bila kita melakukan pekerjaan penghijauan secara berkelompok. Selain mempererat hubungan di antara keluarga tani, akan lebih memudahkan dalam membuat suatu perencanaan dan dalam pelaksanaannya dapat iebih baik serta lebih cepat. Juga memudahkan dalam pengawasan dan pemeliharaannya. Hasilnyapun akan seragam, sehingga manfaatnya dalam jangka waktu tertentu akan terasa oleh masyarakat, terutama masyarakat tani dan masyarakat pedesaan.

Dengan terbentuknya regu-regu penghijauan ini, maka terbuka pulalah kemungkinan-kemungkinan lain, seperti industri-industri perumahan, misalnya pekerjaan anyam-anyaman untuk ibu dan sebagainya.

Yang penting, kita yang sebagian besar hidupnya. tergantung pada pertanian, usaha penghijauan adalah usaha yang perlu dihayati. Adalah sukar dimengerti apabila ada di antara kita yang justru menghalang-halangi usaha penghijauan ini, hanya karena alasan tidak dapat berusahatani lagi. Bila daerahnya adalah lereng bukit yang curam, memang benar daerah tersebut jangan diusahakan, biarkanlah untuk di hutankan.

Dalam hal penghijauan ini, memang masih banyak hal-hal yang perlu digarap. Semuanya menuntut kesadaran kita. Laksanakan penghijauan sekarang juga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar