Jumat, 16 Juli 2010

Pemeliharaan Udang Galah


KOLAM:

- Lokasi kolam dipilih pada tempat yang perbedaan pasang surutnya paling sedikit 1,5 - 2 m.
- Ukuran kolam : panjang 30 m dan lebar 20 m.
- Pematang harus Iebih tinggi dan pasang tertinggi dan dasar kolam harus Iebih tinggi dan surut terendah.
- Petakan kolam terdiri dari :
(1) Pelataran, yaitu bagian kolam yang dangkal (30 - 40 cm) karena udang suka mencari makan ketempat yang dangkal waktu malam hari.
(2) Parit keliling yang dalamnya 0,75 - 1 m, lebar 3 - 4 m. Gunanya sebagai tempat berlindung dari terik matahari.
- Pintu air masuk dan keluar hanya 1 buah.

AIR:

- Air kolam dapat berasal dan sungai, jaringan irigasi atau air rawa pasang surut.
- Airnya tidak terlalu keruh, tidak mengandung bahan beracun, rasanya tawar dan kalau asin kadar garamnya harus lebih kecil dan 7,5 pro mille.
Reaksi air netral, artinya tidak asam dan tidak basa. Karena itu waktu pemupukan, pupuk sering pula dicampur kapur (10 kg/ha).

PERSIAPAN KOLAM :

- Kolam dikeringkan dahulu dan dijemur sambil memperbaiki pematang, mengolah tanah pelataran kolam dan parit keliIling. Tempat yang bocor/berlubang segera ditutup. Penjemuran selama 15 hari.
- Hama diberantas, caranya : saringan dipasang, lalu masukan air sampai 10 cm di atas pelataran, kemudian tuba ditumbuk (5 kg/ha ), dibungkus dengan kain ditebarkan di pojok-pojok kolom dan dibiarkan selama 7 hari. Sesudah itu diadakan pencucian. Baru kolam dipupuk, caranya masukan lagi air 10 cm di atas pelataran, lalu diberi pupuk kandang (1 kg/m2). Tiga hari kemudian akan kelihatan banyak sekali hewan-hewan kecil dan tumbuhan tingkat rendah yang disebut plankton. lnilah makanan alami udang.
- Untuk mengurangi terjadinya permusuhan diantara udang, ke dalam kolam dimasukan daun kelapa, ranting bambu dan tanaman kangkung sebanyak 2/3 bagian dan luas kolam.
- Air ditinggikan dulu menjadi 20 cm sebelum dilakukan penebaran.

BENIH :

Tanda-tanda Benih Udang Galah :

- Cula (rostrum) agak runcing dan melengkung ke atas. Pada ruas kepala (carapace) bagian sisi terdapat garis mendatar yang jelas, tanda ini hilang kalau sudah mencapai panjang 8 cm. Pada bagian sisi ruas badan terdapat bintik hitam.

Penyediaan Benih:

- Benih dapat ditangkap di sungai, rawa dan danau yang mempunyai hubungan, dengan laut. Penangkapan dengan alat sesuduk, jala, sungkur atau hampang udang. Ukuran yang tertangkap umumnya 5 - 8 cm dan penangkapan akan Iebih berhasil pada malam hari.
- Benih yang tertangkap harus dirawat dengan baik dan hati-hati agar tetap dalam keadaan sehat. Tempat penampungan benih yang baru tertangkap harus selalu berisi air bersih, kalau terdapat kotoran airnya segera diganti dan udang yang mati/sakit harus dibuang. Larna benih ditempat penampungan ini jangan lebih dari 5 jam.
- Sebelum ditebar dalam kolam, benih disimpan pada penampungan khusus yang diletakan pada air yang agak mengalir.

PENEBARAN BENIH :

- Benih ditebarkan sehari sesudah air ditinggikan, waktunya pagi-pagi sekali atau sore hari. Cara penebaran : wadah benih dimasukan ke dalam kolam sedemikian rupa (gambar 2 ) yang mula-mula air kolam masuk perlahan-lahan ke dalam wadah benih, maksudnya supaya benih tidak terkejut dengan suasana yang berubah. Padat penebaran 3 - 5 ekor per m2 (40.000 ekor/ha) dan benih yang ditebarkan harus betul-betul sehat.

PEMELIHARAAN :

- Setelah penebaran, kedalaman air dibiarkan 20 cm selama 3 - 5 hari dan selanjutnya air ditambah berangsur-angsur hingga 0,75-1 m di atas pelataran.
- Selama pemeliharaan diperlukan pengawasan terhadap kebocoran dan hama seperti ikan gabus, lele, belut, ular, ketam serta burung. Kalau airnya kurang, perlu ditambah lagi.
- Makanan tambahan perlu diberikan berupa dedak, bungkil kelapa, bungkil kacang, serbuk kasar dan kedelai, jagung ditambah cacahan daging ikan, isi perut ikan, siput, ketam dan lainlain. Campuran makanan tambah 75 % berasal dan hewan dan 25 % dan tumbuh-tumbuhan. Banyaknya pemberian makanan tambahan 3 - 5% dan berat badan, diberikan setiap hari pada pagi dan sore hari, secara disebarkan supaya tidak terjadi perkelahian diantara udang.
- Pemeliharaan udang jangan dicampur dengan ikan mas, mujair dan nila karena suka mengeduk lumpur, dimana udang adalah penghuni dasar perairan karena itu akan mengganggu kehidupannya. Untuk campuran dianjurkan ikan biawan, sepat siam., nilem dan tawes, banyaknya adalah 1 ekor per m2.

PANEN  HASIL :

- Pemungutan hasil sesudah pemeliharaan 5 - 6 bulan. Jika kolam baik benih yang berukuran 4 - 5 cm waktu ditebar bisa mencapai panjang 20 cm dan berat 35 100 gr per ekor dengan tingkat kematian 50%. Kalau luas kolam 1 ha, hasil udang dapat diharapkan 50% x 40.000 x 35 gr : 500 kg/ha.

CATATAN : Udang galah juga dapat dipelihara di kolam pengairan teknis dengan perlakuan yang sama seperti di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar