Kamis, 29 Juli 2010

Pedoman Singkat Bercocok Tanam Kubis

I. VARITAS
  1. Kubis krop (telur), terkenal dengan sebutan kubis putih, antara lain : varitas hybrid 21, K-K cross, K-Y cross, R.V.E. Yooshin, Pujon, Segon, dan lain-lain.
  2. Kubis daun atau kubis stek, seperti jenis Arga-lingga, Wonosobo dan lain-lain.
  3. Kubis tunas atau kubis babat (Brusselsprout).
  4. Kubis berumbi, seperti Kolrabi.
  5. Kubis bunga, yang banyak ditanam ialah kultivar "Cirateun".
II. BERCOCOK TANAM

Tinggi tempat yang cocok untuk bertanam kol adalah 1000 — 3000 m diatas permukaan laut, suhu rendah dan pH 6 — 7.
Kubis hybrid K-K cross dan K-Y cross dapat di tanam didataran rendah sampai ± 30m di atas permukaan laut.

Pesemaian

— Biji (benih) ditanam dipersemaian, yang tanahnya telah diberi pupuk kandang. Diberi atap miring kearah Barat dan menghadap kearah Timur.
— Bibit dibumbung pada umur 2 minggu dengan daun pisang atau pot plastik.

Penanaman
— Tanah yang akan ditanami dicangkul dan diberi pupuk kandang 20 ton per Ha, yang diberikan pada lobang-lobang tanaman pada waktu 2 — 4 minggu sebelumnya.
— Jarak antara lobang tanaman 50 cm dan antara barisan 80 cm.
— Bibit ditanam dikebun pada umur 1 — 1,5 bulan (telah berdaun 3 — 4 helai).

III. PEMUPUKAN

a. Dosis pupuk
— pemupukan I (pertama)
4 gr. Urea Pusri pertanaman
4 gr. TSP pertanaman
2 gr. KCL pertanaman

— pemupukan II (kedua).
4 gr. Urea Pusri pertanaman
4 gr. TSP pertanaman
2 gr. KCL pertanaman

— Untuk setiap Ha diperlukan
200 kg Urea Pusri
200 kg TSP
100 kg KCL

Catatan : 2 gram pupuk = ± 1/2 sendok teh.

b. Waktu pemupukan

— pemupukan pertama dilakukan 2 minggu setelah tanam
— pemupukan kedua dilakukan 2 minggu setelah pemupukan pertama.
— pemberian pupuk sebaiknya dilakukan bersam-sama dengan penyiangan.

c. Cara pemupukan.

— Buatlah lobang pupuk disekeliling tanaman dengan jarak 5 cm dari tanaman dan sedalam ± 3 - 5 cm.
— Pupuk Urea Pusri, TSP dan KCL diberikan bersama-sama kedalam lobang pupuk, dan kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Catatan :
— Pencampuran Urea, TSP & KCL hanya boleh apabila segera dilakukan pemupukan.

IV. PEMELIHARAAN

— Pesemaian usahakan tetap basah, tetapi jangan sampai tergenang.
— Rumput pengganggu dibersihkan.
— Pada kubis tunas (Argalingga), apabila tanaman berbunga, daun-daunnya dikumpulkan dan diikat menjadi satu, supaya cepat membentuk telur (krop).
— Pada kubis bunga, daun daunnya ditutupkan pada bunganya, supaya warnanya putih.
— Pekerjaan tersebut diatas tidak perlu dilakukan pada kubis telur.
— Jangan menyemprot tanaman dengan insektisida 2 minggu sebelum panen, karena bisa membahayakan kesehatan konsumen.

V. PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama-hama yang berbahaya :

1. Ulat kubis (Plutella maculipennis) merusak daging daun. Disemprot dengan Diazinon (Basudin) atau Phosvel 300 ec dengan dosis 2 cc/liter air.
Penyemprotan dilakukan seminggu sekali dan seringkali dimusim hujan.
2. Ulat kubis (Crocidolomia binnotalis) menyerang daun muda, terutama telurnya (krop). Disemprot dengan Diazinon (Basudin), atau Hostation 50 Ec dengan dosis 1-3 cc/liter air.

Penyakit-penyakit yang berbahaya :

1. Penyakit busuk hitam (Xanthomonas campestris). Daun-daun menjadi kuning berbentuk V. Belum dapat diberantas. Gunakan varitas yang tahan.
2. Penyakit busuk lunak (Erwinia carotovorus) Batang kubis dan krop tiba-tiba busuk. Belum dapat diberantas.
3. Penyakit busuk akar (Rhizoctonia sp.). Menyerang bibit dipesemaian. Bibit menjadi layu. Semprotlah dengan bubur Bordeaux atau Dithane M-45 dengan dosis 2 gram/liter air. Tanah pesemaian sebelumnya harus disterilkan dengan larutan formalin 4%, sebanyak 10 liter tiap meter persegi. Sterilisasi dilakukan 2 minggu sebelum tanam.

HASIL PANEN

— Kubis dipungut setelah berkrop padat, pada umur 3 — 4 bulan.
— Bila tumbuhnya baik dapat menghasilkan 100 — 400 kwintal/hektar :
a. Hasil kubis telur 300 - 400 kwintal per hektar.
b. Kubis stek 100 — 150 kwintal per hektar.
c. Kubis bunga 50 — 70 kwintal per hektar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar