Kamis, 22 Juli 2010

Kacang Mente

I. PENDAHULUAN

Kacang mente diperoleh dari pengolahan biji Jambu mente yang oleh sebagian orang dikenal dengan sebutan mentor. Mentor atau biji Jambu mente sebenarnya adalah buah jambu mente, sedang buah mente yang kita, kenal selama ini sebenarnya tangkai buah yang telah mengalami modifikasi.

Selain kacang mente masih banyak manfaat yang mungkin diperoleh dari tanaman Jambu mente, seperti halnya, minyak mente yang berguna sebagai campuran minyak cat dan diperoleh dari kulit biji, getah sebagai bahan lim kertas (gom), buah sebagai bahan dalam pembuatan anggur, tetapi diantara semua manfaat tersebut yang paling mudah diolah adalah kacang mente.

Berdasarkan pengalaman, dalam satu hektar tanaman Jambu mente menghasilkan lebih kurang 700 kg biji

II. PENANAMAN JAMBU MENTE

Jambu mente (disebut pula jambu mede, jambu monyet, jambu dipa) dapat tumbuh dimana-mana, tidak memerlukan tanah yang subur, tahan terhadap kekurangan air dan pertumbuhannya, cepat pada tanah-tanah lempung, tanah yang mengandung garam dan tanah yang drainasenya, jelek tanaman ini sukar untuk tumbuh dan menghasilkan.

Bertanam Jambu mente yang paling baik dan paling mudah adalah dengan menanam langsung dilapangan. Lobang tanam dibuat 2 — 3 bulan sebelum penanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Pembuatan lubang tersebut dilakukan menjelang musim hujan.

Jarak tanam yang dianjurkan :
-    5 x 5 m di tanah tandus
-    10 x 10 m di tanah yang belum parah dilanda erosi
-    12 x 15 m di tanah subur.

Biji ditanam sedemikian rupa sehingga bagian lekukan menghadap ke sebelah bawah. Dalam setiap lobang ditanam tiga, biji/benih. Bila, benih baik, dalam waktu 2 - 4 minggu setelah tanam akan berkecambah. Setelah tanaman berumur sekitar satu tahun dilakukan penjarangan, dalam satu lobang ditinggalkan satu tanaman yang sehat.

III. PENGOLAHAN BIJI

Biji Jambu mente sebagai bahan ekspor, harus memenuhi persyaratan tertentu. Dalam perdagangan dikenal beberapa macam standard, menurut besarnya, biji atau banyaknya biji perpound (per 1/2 kg) dengan urutan sebagai berikut :

a.    Biji utuh seluruhnya dengan jumlah 200 — 450 per pound
b.    Sebagian kecil biji pecah/belah
c.    Biji pecah terbelah menjadi dua
d.    Biji pecah dengan ukuran 0,4 — 0,6 cm
e.    Biji terbakar ringan

Biji dengan standard a, juga harus memenuhi syarat : kerusakan biji akibat pengangkutan paling banyak 10%, kadar air paling tinggi 10% dari bebas dari kotoran, bau, dll.

Untuk memperoleh biji yang bermutu baik, biji harus dipungut dari buah yang masak betul. Biji yang terkumpul dijemur sampai kering dan setelah itu sebaiknya disimpan 1 — 6 bulan sebelum diolah/dikupas.

Alat untuk mengupas

Biji dapat dikupas dengan menggunakan pisau besar atau kacip. Kacip berupa, sebuah balok kayu yang dilengkapi dengan pisau pemotong. Balok ini ujungnya, dihubungkan dengan kayu sebagai landasan dan diberi engsel

Cara mengupas :
- Kulit biji dibelah membujur dengan pisau besar secara hati-hati agar hiji dalam tetap utuh, kemudian biji di cungkil keluar.
- Jika menggunakan kacip, biji diletakkan agak miring ke atas dan ditekan dengan balok berpisau yang mengenai punggung biji sepanjang lebih kurang 5 mm sedalam kulit biji.  Kemudian biji dicungkil keluar dengan pisau. Mengupas dengan kacip harus dilakukan dengan hati-hati, karena jika belum berpengalaman banyak biji yang belah atau putus.
Untuk rraenghindari agar kulit tangan tidak terkena getah, tangan sebaiknya dibungkus dengan sarung tangan karet, kain atau kantong plastik
- Biji yang diperoleh masih terbungkus selaput kulit yang berwarna kemerahan. Selaput ini dihilangkan dengan cara menjemur biji sampai kering kemudian digosok-gosok dengan tangan.

Alat lain yang diperlukan dalam pengolahan biji ialah :
a. Serok dan garu, untuk meratakan atau mengumpulkan biji sewaktu menjemur

b. Sekop, alat untuk memasukkan kedalam keranjang/karung

IV. PENUTUP

Mengingat manfaat Jambu mente yang cukup banyak dan di lain pihak tanaman ini mudah tumbuh serta tidak memerlukan pemeliharaan intensif, kiranya tidaklah keliru tanaman ini dianjurkan untuk penghijauan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar