Sabtu, 17 Juli 2010

Inseminasi (Kawin Suntik) Buatan Pada Sapi

APAKAH INSEMENASI BUATAN ITU?

Iriserninasi Buatan ( disingkat IB) atau Kawin Buatan atau lebih dikenal di kalangan petani peternak dengan istilah “Kawin Suntik” adalah cara terbaru untuk mengawinkan hewan betina.
Sebagaimana diketahui bahwa proses kebuntingan/kelahiran seekor hewan betina didahului dengan proses bertemunya bibit jantan (spermatozoa) dengan sel telur betina ( ovum) yang selanjutnya menumbuhkan bakal anak. Dalam perkawinan secara alam, hewan jantan langsung menaiki sang betina dan menyemprotkan air maninya (yang mengandung sprematozoa) kedalam rahim betina. Dengan Inseminasi Buatan penyemprotan air mani ( semen) ini tidak dilaksanakan langsung oleh pejantannya akan tetapi dengan mempergunakan alat khusus.

1. Penampungan air mani (semen):
Sebelumnya sapi jantan yang telah terpilih dan khusus untuk di ambil semennya, dirangsang (teasing) dengan seekor sapi betina. Sapi jantan dibiarkan menaiki betina teaser, akan tetapi alat kelamin jantan (penis) ditahan jangan sampai masuk kealat kelamin betina (vagina). Sementara ini petugas telah menyiapkan alat penampung semen yang disebut vagina buatan (artificial vagina). Setelah jantannya cukup terangsang, pada saat yang tepat ( saat-saat penjantannya akan menyemprotkan air mani) alat kelamin penjantan dimasukkan dalam vagina buatan dan tertampunglah air mani yang mengandung jutaan spermatozoa.

2. Pengolahan semen beku (Frozen Semen):
Semen yang tertampung dalam vagina buatan segera dibawa kekamar pemeriksaan untuk diperiksa apakah semen dapat diterima dan diproses.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
- Keadaan warna ; dilihat secara macroscopis (dengan mata biasa); apakah terlihat seperti susu kental ( baik), agak jernih(sedang) atau bening dan ada kotoran (jelek).
- Volume ( banyaknya); yang dapat diterima minimum 3 cc.
- Motility (gerak gelombang) dan spermatozoa; dilihat dibawah microscope dengan warmer slide.

3. Pengenceran dan pembekuan:
Setelah pemeriksaan, semen dicairkan dengan bahan pengencer khusus (bahan pengecer terdiri dari : skin milk, glocose, glycerol, kuning telur, antibiotik dan aquadest). Pengenceran disesuaikan dengan konsentrasi Semen, sehingga dapat diperoleh setiap dosis 0,25 cc. Larutan mengandung sekitar 25.000.000 spermatozoa. Setiap cc. air mani mengandung sekitar 1.000.000 spermatozoa, sehingga rata-rata dapat diencerkan menjadi 40 dosis. Kalau setiap semprotan ( ejaculatie) pejantan banyaknya 6 cc; air mani, berarti dapat diolah menjadi 240 dosis yang dapat menginseminasi 240 ekor sapi betina. Setelah Semen dicairkan dengan dua tahap (primary diluent dan secondary diluent), setiap dosis (berisi 0,25 - 0,50 cc larutan) dimasukkan dalam straw-straw. Kemudian straw-straw yang telah berisi larutan Semen mi disusun diatas rak-rak dan dibekukan diatas permukaan liquid nitrogen (temperatur -120ยบ C) selama 9 menit. Setelah itu straw dimasukkan ke dalam tempat khusus (stroge container) berisi liquid nitrogen dengan tempratur -196°C. Untuk pengiriman ke daerah-daerah yang memerlukan, dipergunakan contrainer-contrainer yang lebih kecil (transport container). Semen yang telah dibekukan dan disimpan dalam container berisi liquid nitrogen ini dapat bertahan bertahun-tahun.
SENTRA INSEMINASI BUATAN LEMBANG.

Sejak tahun 1976, kebutuhan Semen Beku (frozen semen) untuk lB di Indonesia tidak perlu mengimport lagi. Di Lembang - Bandung teiah dibangun laboratorium yang memproduksi Semen Beku lengkap dengan peralatan-peralatan yang mutakhir. Di Sentra Inseminasi Buatan Lembang ini dipelihara pula beberapa ekor sapi pejantan unggul jenis Luar Negeri seperti sapi Simmental, Herford, Brahman, Limousin, Fries Holland disamping jenis-jenis yang cukup dikenal seperti sapi Ongole, Bali. Ratusan ribu dosis Semen Beku dan bermacam-macam jenis sapi ini diproduksi setiap tahun dan disebarkan ke seluruh daerah yang memerlukan.

KAPAN DAN BAGAIMANA INSEMINASI BUATAN DILAKSANAKAN.

Sebagaimana pada perkawinan secara alam, hewan betina hanya bersedia dikawini oleh penjantannya pada saat-saat tertentu yang disebut masa berahi. Pada saat itulah tersedia telur betina (ovum) yang telah masak yang siap ditunasi spermatozoa. Jangka waktu (siklus) setiap kali masa berahi untuk setiap jenis hewan berbeda-beda. Siklus masa berahi pada sapi antara 18 -24 hari atau rata-rata 21 hari. Perkawinan yang dilaksanakan diluar waktu masa berahi, tidak akan menghasilkan kebuntingan. Demikian pula pada pelaksanaan inseminasi buatan ; harus dilaksanakan pada saat hewan betina dalam masa berahi. Petani peternak harus benar-benar memperhatikan kapan ternaknya dalam keadaan masa berahi. Umumnya hewan betina akan mernperlihatkan tanda-tanda, bilamana masa berahinya tiba. Pada saat itulah lB dilaksanakan.

Cara melaksanakannya secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut:
Pertama-tama sapi betina yang akan di lB disiapkan. Mungkin sapinya harus ditempatkan pada kandang khusus (kandang paksa), agar pada saat dipegang tidak dapat menghindar kekiri atau kekanan atau menendang. Alat kemaluan betina dibersihkan. Straw yang berisi Semen Beku dikeluarkan dan container dan sebentar direndam dalam mangkok berisi air, sehingga Semen menjadi cair kembali. Kemudian straw dimasukkan ke dalam alat penyemprot (Insemination gun atau pestolet). Ujung straw yang tertutup dipotong.
Sementara itu dengan tangan kiri dimasukkan dalam saluran kotoran sapi (anus). Bilamana kotorannya banyak, dikeluarkan lebih dahulu agar tangan dapat dengan bebas masuk hingga dapat meraba leher rahim (servix) dimana ujung alat penyemprot yang dengan tangan kanan di masukkan hati-hati ke lobang kemaluan sapi betina, akan memasuki rahim lewat leher rahim. Pada saat itulah Semen yang mengandung spermatozoa disemprotkan. Walaupun nampaknya sederhana sekali, akan tetapi untuk melaksanakannya harus dikerjakan oleh tenaga-tenaga yang telah terlatih dan berpengalaman.

TANDA-TANDA SAPI JANTAN YANG SEDANG BERAHI :

- Tidak tenang, gelisah dan suka menguak-nguak(melenguh-lenguh).
- Nafsu makan berkurang.
- Alat kemaluannya bengkak, merah dan mengeluarkan lendir bening tidak berwarna.
- Apabila digembalakan suka mengejar-ngejar, sapi-sapi betina yang lain dan berusaha menaikinya.

PATOKAN SAAT MENGAWINKAN SAPI.

- Tanda tanda berahi sapi diketahui sekitar jam 4.00 - 12.00 pagi hari, harus dikawinkan pada sekitar jam .12.00 - 18.00 hari itu juga.
- Tanda - tanda berahi diketahui sekitar jam 12.00 - 18.00 sore, harus dikawinkan selambat-lambatnya jam 10.00 pada pagi esok harinya.
-Tanda-tanda berahi diketahui sekitar jam 18.00 - 24.00 harus dikawinkan selambat-larnbatnya jam 10.00 pada pagi esok harinya.
-Khusus pada sapi jenis Ongole harus secepat mungkin dikawinkan setelah terlihat tanda-tanda berahi karena berahi pada sapi jenis Ongole sangat singkat, hanya sekitar 7 - 8 jam saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar