Sabtu, 03 Juli 2010

Cara-cara ber-KB

1. Kondom 

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi KB untuk Bapak, untuk mencegah kehamilan jangka pendek. Kondom dapat dipergunakan tanpa harus melalui konsultasi lebih dahulu secara khusus dan kontinyu pada Dokter/Bidan. 

Cara memakainya pun sangat mudah. Dapat Bapak lakukan sendiri atau dibantu istri. Kondom sangat praktis, karena hanya perlu dipakai pada saat hendak berhubungan saja, berbeda dengan cara-cara KB jangka panjang. Bila suatu saat Bapak ingin mempunyai anak lagi, dapat segera Bapak lakukan dengan tidak lagi memakai kondom ketika berhubungan.

Kondom nyaman dipakai karena terbuat dan bahan karet yang sangat tipis dan lentur. Sehingga rasanya seperti tidak memakai kondom saja.

Selain itu, kondom aman dan efektif serta tidak menimbulkan akibat sampingan, bila Bapak mempergunakannya sesuai dengan petunjuk.

Mungkin Bapak pemah mendengar cerita mengenai kondom bocor atau pecah ketika sedang dipakai. Hal mi umumnya terjadi karena kondom dipakai dengan cara yang salah atau telah kadaluarsa. Karena itu hendaknya Bapak memahami benarbenar cara memakai kondom dan pilihlah kondom yang benar-benar dalam kondisi baik.

2. Obat Vagina

Ada beberapa bentuk Obat Vagina. Ada yang bentuk cream, tablet busa, bentuk jelly dan bentuk tissue. Ibu dapat menggunakan bentuk yang mana saja, paling sesuai untuk Ibu. Bentuk manapun yang Ibu pakai, Obat Vagina sangat aman dan efekfif mencegah kehamilan jangka pendek. Selain itu Obat Vagina juga sangat praktis, karena hanya perlu dipakai pada saat Ibu hendak berhubungan saja. Bila mengikuti petunjuk, cara menggunakannya pun mudah sekali dan dapat lbu lakukan sendiri.

Namun Ibu harus selalu ingat, bahwa daya kerja Obat Vagina mencegah kehamilan sangat pendek sekali, berbeda dengan cara-cara KB jangka panjang. Karena itu Ibu jangan lupa untuk menggunakan Obat Vagina kembali, setiap kali hendak berhubungan. 

Alangkah baiknya bila disamping Ibu memakai Obat Vagina, Bapak juga memakai Kondom. Obat Vagina merupakan salah satu cara KB yang aman tidak menimbulkan akibat yang membahayakan. Selama menggunakan Obat Vagina, Ibu tetap dapat berhubungan dengan mesra, bergairah dan aman karena terlindung dari kehamilan. Obat Vagina tetap dapat dipergunakan meskipun sedang dalam masa menyusui, tanpa mengurangi susu Ibu.

Bila suatu saat Ibu merencanakan mempunyai anak lagi, hal mi bisa Ibu lakukan segera dengan tidak menggunakan Obat Vagina pada saat berhubungan. Praktis bukan?

3. Pil KB

Ada beberapa jenis Pil KB. Dokter/Bidan bisa memilihkannya untuk Ibu. Pil KB berisi hormon sebagaimana yang ada pada tubuh kita. Dikemas dalam strip, ada yang berisi 28 pil dan ada yang 21. Pil harus diminum setiap hari satu, pada waktu yang sama. Dimulai pada hari pertama haid atau seperti dinasihatkan Dokter/Bidan. Untuk yang benisi 21, ada masa istirahat 7 hari setelah 21 pil habis. Kemudian diteruskan kembali. Sebagian besar Ibu yang telah memakai Pil KB, tidak mengalarni permasalahan. Gejala yang mungkin dirasakan biasanya pusing-pusing, buah dada membesar dan ada yang nyeri bila disentuh, berat badan bisa naik hingga 2 kg. Tapi Ibu tidak perlu menjadi cemas, karena gejala tersebut bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya setelah satu/dua bulan. Bila gejala menetap, datang dan periksakan pada Dokter/Bidan. Penggunaan Pil KB bisa diteruskan hingga usia diatas 40 tahun. Pil KB yang diminum setiap hari, sama sekali tidak mengganggu gairah seks atau kesuburan. Umumnya setelah tiga bulan berhenti minum pil. Ibu dapat hamil kembali. Pil KB merupakan salah satu cara ber-KB yang mudah dan aman. Rahasianya terletak pada ketekunan meminumnya setiap hari yang tentu saja bisa dibiasakan. Karena setiap jenis pil mempunyai reaksi yang berbeda terhadap tubuh Ibu. Jangan lupa tanyakan pada Dokter/Bidan Pil mana paling sesuai untuk Ibu.

4. Suntikan KB

Obat yang terkandung dalam Suntikan KB sebenarnya sarna dengan isi Pil Mini KB, yaitu sejenis hormon yang ada dalam tubuh kita. Bedanya, Suntikan KB cukup setiap 3 bulan sekali. Ada beberapa jenis Suntikan KB. Ada yang langsung disuntikkan setiap 3 bulan sekali, ada yang disuntikkan 2 bulan sekali selama 4 kali, baru tiga bulan sekali. Suntikan KB disuntikkan di bokong atau lengan oleh Dokter/Bidan terlatih. Ibu bisa segera bekerja setelah itu.

Umumnya Suntikan KB lidak menimbulkan permasalahan selama Ibu dalam kesehatan yang baik. Gejala yang mungkin Ibu rasakan hanyalah pusing-pusing, bercak pendarahan sedikit-sedikit di luar masa haid, selama 2-8 hari, haid berkurang atau tidak sama sekali. Gejala ini tak perlu dicemaskan, karena akan hilang dengan sendirinya. Bila gejala ini menetap, periksakan pada Dokter/Bidan.

Selama Ibu sehat, Suntikan KB bisa digunakan hingga usia di atas 40 tahun. Suntikan KB tidak menganggu kesuburan air-susu-Ibu, bahkan cocok untuk Ibu yang sedang menyusui. Suntikan KB tidak rnengganggu gairah seks, juga tidak mengganggu kesuburan. Beberapa bulan setelah berhenti, Ibu akan dapat hamil kembali. Periksakan kesehatan pada Dokter/Bidan sebelumnya dan jangan lupa tentukanlah bersama Dokter/Bidan jenis Suntikan mana yang cocok untuk Ibu.

5. Spiral/IUD

Spiral/lUD adalah alat pemasangan, untuk mencegah kehamilan pemeriksaan yang bentuknya kecil dan dipasang dengan keahlian tinggi oleh Dokter/Bidan ke dalam rahim Ibu. Hanya dalam beberapa menit pemasangan. menit. Kelebihannya. cara ini bisa bertahan amat lama. Ada jenis IUD terbuat dari plastik dan berbentuk spiral yang bisa dipakai selamanya tanpa diganti-ganti, selama Ibu tidak ada keluhan. Ada yang berbentuk hunif T, angka 7 dan Multiload, terbuat dari plastik lapis tembaga. Masa pakainya mulai 3 hingga 10 tahun.

Setelah Dokter/Bidan menentukan Ibu sehat untuk memakai alat ini, pemasangannya pun dilakukan dengan mudah, lbu bisa langsung pulang dan melakukan pekerjaan sehan-hari seperti biasa. Pemasangan dilakukan pada akhir haid atau beberapa hari setelah Ibu bersalin. Setelah itu Ibu akan menjalani pemeriksaan rutin. Biasanya pemeriksaan pertama seminggu setelah pemasangan, pemeriksaan kedua sebulan kenudian, pemeriksaan ketiga 4 bulan setelah pemasangan. Bila tak ada keluhan. pemenksaan benkutnya cukup setiap 6 bulan sekali. Spiral memang salah satu cara bet-KB yang amat praktis dan aman. Bila ada, umumnya gejala yang dirasakan hanyalah mules-mules, haid tidak teratur, perdarahan ringan dan perut bagian bawah terasa tegang. Tapi beberapa hari kemudian gejala ini akan hilang. Bila gejala ini menetap, periksakan pada Dokter/Bidan Spiral lidak mengganggu gairah seks, tidak mengurangi kesuburan air susu dan tidak mengganggu kesuburan. Setiap saat Ibu memutuskan untuk hamil kembali, mintalah Dokter/ Bidan melepas spiral Ibu, kesuburan Ibu akan kembali. Jangan lupa periksakan kesehatan Ibu dan tentukanlah bersama Dokter/Bidan Spiral/IUD mana yang cocok untuk Ibu.

6. Susuk KB

Susuk KB terdiri dan 6 kapsul kecil-kecil yang bensi hormon seperti yang ada dalam tubuh kita. Cara ini sangat efektif mencegah kehamilan selama 5 tahun. Susuk KB dipasang di dalam kulit lengan atas Ibu melalui operasi kecil. Caranya mudah sekali. Paling-paling hanya membutuhkan waktu lima sampai sepuluh menit. Bila suatu saat Ibu ingin mempunyai anak lagi, datanglah ke Dokter/Bidan yang melayani KB untuk mengeluarkannya. Setelah itu kesuburan Ibu akan kembali lagi.

7. Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi Mantap yang disingkat menjadi Kontap, adalah cara terbaik yang tersedia untuk keluarga yang telah mantap memutuskan tidak beranak lagi. Keputusan ini biasanya diarnbil oleh keluarga yang berpandangan jauh kedepan. Keluarga yang telah siap mencurahkan perhatian hanya untuk rnernbesarkan anak rnereka sebaik mungkin. Cara ini tersedia baik untuk lbu maupun Bapak. Dan hanya perlu dilakukan pada Ibu atau Bapak saja.

Kontap tergolong operasi ñngan. Untuk Bapak dilakukan hanya dalarn waktu 15 menit dan untuk Ibu sedikit lebih lama. Setelah istirahat 1-2 jam, Bapak atau Ibu dapat segera pulang dan kembali bekerja seperti biasa. Setelah menjalani Kontap, Ibu dianjurkan tidak berhubungan selama 7 hari. Untuk bapak, setelah menjalani Kontap, dianjurkan menggunakan kondom selama 10 sampai 15 kali berhubungan. Hal ini untuk menunggu saluran mani Bapak dan saluran telur Ibu bersih dari sperma atau sel telur yang mungkin tersisa. Setelah tenggang waktu tersebut. Ibu dan Bapak boleh berhubungan lagi seperti biasa.

Kontap untuk Ibu disebut Tubektomi, dilakukan dengan cara memotong/menjepit saluran telur sehingga sel telur Ibu tidak dapat bertemu dengan sperma Bapak ketika berhubungan.

Untuk Bapak, Kontap ini disebut Vasektomi. dilakukan dengan cara memotong saluran mani, sehingga sperrna tidak keluar melalui saluran mani seperti biasa kelika berhubungan dan tidak bertemu dengan sel telur Ibu. Dengan demikian kehamilan dapat dicegah secara mantap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar