Kamis, 15 Juli 2010

Budidaya Udang di Tambak

I. Pendahuluan

Tambak merupakan suatu tempat pemeliharaan udang/ikan di air payau dengan cara membuat petakan-petakan pemeliharaan pada daerah pantai yang selalu mempunyal pasang surut yang tetap.
Beberapa keuntungan dan budidaya udang ditambak adalah:
- areal untuk budidaya/pemeliharan dapat di sediakan lebih luas dan pada kolam air tawar.
- musim pemeliharaan dapat dilaksanakan 2 kali dalam setahun.
- usaha tambak secara ekonomis cukup menguntungkan.
- komoditi ekspor, karena itu hasil dari udang termasuk budidaya tambak rnudah untuk di pasarkan.
- meningkatkan kesejahteraan petani ikan

II. Lokasi Tambak

Beberapa persyaratan tehnis yang perlu dimiliki suatu lokasi tambak:
1. Lokasi yang baik adalah daerah pasang surut yang datar dengan perbedaan pasang surut antara 1,5-2 meter.
2. Dataran pantai tidak bergerak maju kelaut karena proses pengendapan lumpur.
3. Lokasi petakan harus dekat dengan laut, yaitu kurang dan 1 Km dan garis pantai.
4. Dasar tambak terdiri dari lumpur atau lumpur berpasir dengan kandungan pasir tidak lebih dan 20 % (dengan cara pemeriksaan laboratorlum).
5. Petakan tambak bisa mendapat air disepanjang tahun dari pasang surut air laut, minimal dapat diairi 10 bulan dalam 1 tahun.
6. Air untuk tambak tidak boleh keruh berlumpur
7. Kadar garam 5 - 30 per mU, tapi yang ideal adalah 10-20 per mU. (dengan cara pemeriksaan laboratorium)
8. Lokasi tambak harus bebas banjir.

III. Konstruksi dan ukuran tambak

Unit tambak yang cukup menguntungkan secara ekonomi adalah 5 ha yang terdiri dari bagian-bagian:
- Petak peneneran
- Petak buangan
- Petak penumbuhan
- Petak saluran (pembagi air)
- Tanggul/pematang (utama dan antara)
- Pintu-pintu air (utama dan petakan) Saluran kellling
- Pelataran tengah yang rata dalam petakan.

Perbandingan luas bagian peneneran, buyaran dan penurnbuhan dalam 1 unit tambak (5 ha) adalah : 1 : 9 : 90 atau :
- Petakan peneneran 0,04 ha
- Petakan buyaran 0,4 ha.
- Petakan pertumbuhan 4 ha (dihitung setelah dikurangi lebar tanggul)

Ukuran pernatang sebagai berikut :
- lebar atas  2 - 3 meter
- lebar dasar  5 - 6 meter.
- tinggi 1,5-2 meter.
- Perbandingan antara tinggi dan lebar talud (Sisi miring pematang) : sisi luar =  1 : 1,5 m
sisi dalam  1 : 1,0 m.
Pematang antara sebagai berikut:
lebar atas 1,0 - 1,5 m
- lebar dasar 3,0 4,0 m
- tinggi 1,5-2,0 m
-Talud sisi luar 1 m, sisi dalam 1 m,

Pintu air, dasar pintu air harus sama atau lebih rendah dan pada permukaan air tambak ketika sedang surut.
Ukuran pintu air utama : lebar 1,0 - 1,25 rn panjang 5,0 - 6,0 m tinggI 2,0 - 3,0 m
Untuk pintu petakan : lebar 0,6-0,8 m panjang 2,0-3,0 m tinggi 1,5-2,0 m
Ukuran saluran keliling : lebar 3,0 5,0 m dalam 0,8-1,0 m
Saluran pembagi : lebar 3,0 - 5,0 m dalarn 0,8-1,0 m

IV. PengeloIaan

a. Musim

Pendahuluan musim budidaya tambak pada umumnya bertepatan dengan permulaan musim hujan, berkisar antara bulan Oktober, Pada budidaya tambak yang intensif ada 2 musim/periode,
Musim pertama dirnulai bulan Oktober-Desember, musim kedua dimulai bulan April - Juni. Hal ini sangat tergantung pada pergeseran musim hujan atau kemarau.

b. Jadwal waktu kegiatan

Untuk budidaya tambak udang yang intensif secara sistematis langkah kegiatan adalah seba gai berikut :
- pengeluaran air atau pengeringan 35 hari
- penguapan air 15 hari
- pemberantasan harna/pemupukan 15 hari
- masa pertumbuhan 90 hari
Jumlah = 155 han.

Pemeliharaan :
Jenis udang yang dapat dipelihara misalnya: Udang windu, udang putih, udang api-api, udang cendana dan lain-lain (selain jenis udang kecil- kecil dan udang air tawar).
Sebelum udang ditebar seleksilah lebih dahulu, kemudian lakukan penyesuaian kondisi udang dengan air (kadar garam, sulhu dll). Penebaran dilakukan antara jam 07.00 - 08.00) usahakan merata keseluruhan perrnukaan,

Padat penebaran tergantung dari kesuburan tambak (dapat dilihat banyaknya rnakanan alami untuk udang/ikan). Padat penebaran adalah 20.000 - 30.000 ekor/ha/musim untuk udang windu dan 40.000 - 50.000 ekor/ha/musim untuk udang putih, bila kesuburannya lebih tinggi padat penebarannya kini lebih padat
Pemeliharan udang juga dapat kita campur (polycultum dengan ikan bandeng)

c. Pemungutan Hasil:

Setelah udang dipelihara selama 90 hari, atau lebih pemungutan hasil bisa dilakukan dengan jala atau sekaligus dengan pengeringan tambak.
Menurut pengalaman rata-rata produksi udang tambak yang dipelihara antara 3- 4 buan dengan lingkungan yang normal dan diberi makanan tambahan adalah:
- padat penebaran 20.000 ekor/ha/musim
- mortalitas (kematian) lk. 40 %
- berat rata-rata setelah dipelihara selama 4 bulan adalah 50 gram, maka produksinya (40 % x 20.000) x 50 gram = 400.000 gram.
- Produksi/ha/th = 2 x 400.000 gram = 800 kg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar