Jumat, 16 Juli 2010

Budidaya Rotan

1. Pendahuluan

Di Indonesia turnbuh lebih kurang 300 jenis rotan dan yang telah mempunyai nilai perdagangan baru sekitar 50 jenis. Dipandang dan segi ekonomi rotan memberikan sumbangan yang cukup berarti, karena merupakan penghasil devisa yang sangat besar. Bahkan di Indonesia terkenal sebagai penghasil rotan utama di dunia. Contoh hasil olahan rotan yang mendatangkan devisa bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat adalah lampit (tikar dari rotan).
Rotan yang diperdagangkan saat ini umumnya berasal dari hutan. Denqan berkembangnya industri rotan keperluan akan rotan menirigkat dan tidak mungkin untuk terus mengharapkan rotan yang tumbuh secara alami.
Dewasa ini, kebun rotan terdapat dibeberapa wilayah Kalimantan Selatan seperti Pamukan dan Gunung Batu Besar di Kalimantan Tengah seperti di Kuala Kapuas dan beberapa tempat di Kalirnantan Timur. Adanya kebun tersebut memberi petunjuk bahwa rotan dapat tumbuh bekas di bekas ladang-ladang.

2. Pengadaan benih

Umumnya rotan berbunga antara bulan Juli - Agustus dan musim buah sekitar bulan Nopember - Desember, sehingga pengumpuIan biji sebaiknya dllaIukan pada bulan-bulan tersebut.
Buah rotan yang baru dipungut diremuk dan dibiarkan selama 1 - 2 hari, agar kulitnya busuk Dengan demikian bijinya mudah dipisahkan dan daging buah. Bagian-bagian rotan kemudian dicuci & dimasukkan ke dalam keranjang atau kantong plastik dan diletakkan di tempat yang teduh.

3. Pengadaan Bibit.

Bibit rotan dapat diperoleh melalui 2 cara, pertama dengan jalan menyemaikan benih atau kecambah dipesemaian & yang kedua dengan cara mengumpulkan anakan dari hutan.
Untuk yang pertama, yaitu menyemaikan kecambah atau benih dipesemaian diperlukan bedeng pesemaian. Bedeng pesemaian dibuat dengan cara sbb:
- Bedengan dibuat dalam arah Utara - Selatan dengan ukuran 5 x 1 m. Pinggir bedengan diperkuat dengan bambu,bata merah atau kayu agar tanah di dalamnya tak berhamburan.
- Permukaan bedengan ditinggikan 10-15cm.
- Media bedengan terdini dari lapisan tanah permukaan, gambut (sisa-sisa, tumbuhan/kayu yang telah membusuk dan hancur jadi tanah) dan pasir halus dengan perbandingan 7 : 3 : 2

a. Menyemaikan benih.
Benih yang telah dibersihkan ditanam di bedengan sedalam 1 - 2 cm dengan jarak tanam 30 x 30 cm atau 25 x 25 cm. Bedengan harus diberi naungan. Naungan diperlukan sampai benih berkecambah Penyiraman diberikan 1 x sehari
Setelah bibit berumur 1k. 1 bulan, yaitu ketika akar kecambah sudah berbentuk bibit dipindahkan ke kantong plastik(di sapih).
Kantong plastik yang digunakan untuk menyapih berukuran 15x 20 cm. Kantong plastik diisi dengan tanah berhumus & diletakkan di bedengan yang diberi naungan ringan. Setelah bibit mencapai tinggi 40 - 50 cm bibit dipindah ke lapangan (umur 9 s/d 12 bulan)

b. Penyapihan anakan dan hutan.
Anakan rotan yang dikumpulkan dan hutan tingginya antara 20 - 30 cm dan diambil secara putaran (diambil dengan tanahnya dan diusahakan tak merusak akar).Anakan tersebut dimasukkan ke kantong plastik ukuran 1.5 x 20 cm. Bibit disimpan di tempat teduh dan disi ram tiap hari sampai bibit mencapai tinggi 40 cm.

4. Penanaman.

Sistim penanaman rotan ada 2 macam, yaitu cemplongan dan jalur. Pada cara cemplongan tanaman pokok ditanam dalam lubang tanaman dl dalam larikan yang telah disiapkan. Pembersihan hanya terbatas disekitar tanaman pada masing-masing lubang. Sedangkan tanaman dengan sistim jalur pelaksanaannya sama dengan sistim cemplongan, hanya pembersihan sepanjang jalur/larikan tanaman.
Bibit yang akan diangkat ke lapangan disiram dahulu. Pengangkutan dan pembongkaran bibit dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak mengalarni kerusakan.
Penanaman dilakukan pada waktu hujan masih banyak. Kantong plastik disobek kernudian bibit dirnasukkan ke dalam lubang yang telah disiapkan. Tanah bagian atas ditimbunkan terlebih dahulu penimbunan dilakukan sampai setinggi leher akar. Tanah disekitar tanaman kemudian dipadatkan supaya bibit tidak bergerak.

5. Pemeliharaan.

Rotan termasuk tanaman yang memerlukan cahaya dan penanamannya akan berhasil jika dilakukan penyiangan secara intensif.
Pada tahun pertama dan kedua,selama musim hujan dalam tahun pertama tanaman yang mati atau merana disulam dengan bibit dri pesemaian.Penyemaian dalam tahun kedua dilakukon pada saat hujan pertama jatuh.
Pembersihan tanaman dilakukan sepanjang jalur sekitar 1 meter,tiap 6 bulan sekali, sedang sekeliling rumpun tanaman rotan mancu pembersihan dilakukan selebar 1 meter dan pinggir rumpun

6. Pemungutan

Untuk memperoleh rotan yang bermutu baik, pemungutan dilakukan setelah rotan berumur 10 s/d 15 tahun dan kemudian dapat dipungut setiap 2,5  tahun sekali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di KPH Kotabaru diketahui bahwa dalam 1 hektar tanaman rotan menghasilkan 960 s/d 1.280 batang kering pertahun.

6 komentar:

  1. artikelnya bagus mas.iz4n copy mas

    BalasHapus
  2. artikelnya bagus mas.izin copy ya

    BalasHapus
  3. artikelx bgus... klo bisa masukan tentang budidaya penanaman rotan dan pemeliharaanx.. ok?? q tggu.

    BalasHapus
  4. Saya bisa minta nomornya?, saya ingin mengetahui lebih dari informasi yang anda berikan disini.

    BalasHapus