Rabu, 14 Juli 2010

Bertanam Bayam Cabut


Pendahuluan

Bayam cabut ( Amaranthus tricolor, I ) atau bayam putih, adalah sayuran hijau yang disenangi orang karena :
 - Enak rasanya,
- lunak, mudah dicerna,
- cepat dipanen sejak umur 20 hari,
- mudah merawatnya.

Yang penting lagi adalah : mengandung vitamin A, vitamin C, Ca dan zat besi yang tinggi. Bagi yang tidak atau belum mempunyai tanah pekarangan, tetapi berminat menanamnya dapat ditanam di dalam pot, asalkan tidak terlindung cahaya matahari.
Bayam terbagi atas dua macam, yaitu : bayam cabut dan bayam tahun.

1. Bayam cabut dengan umur 70 han, panen dapat dilakukan sejak umur 20 hari. Dikonsumsi semua bagian kecuali akarnya, dengan cara dicabut. Bunga diketiak daun. Warna batang ada yang hijau dan ada pula yang merah.

2. Bayam tahun dapat hidup lebih dan satu tahun. Dikonsumsi daun yang muda dan pucuk saja. Bunga merupakan rangkaian panjang, terkumpul pada ujung batang. Daun ada yang bulat lebar dan ada yang ujung daunnya runcing. Pertanaman dan bagiannya lebih besar dari bayam cabut.

Kegunaan bayam :

Bayam dapat menambah darah, membuat badan sehat, dan bermanfaat bagi semua orang, terutama ibu hamil dan menyusui, anak dalam pertumbuhan, kaum  pekerja. Bayam dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur bening, pecal gado-gado dan lain-lain. Kalau mengkonsumsi bayam sebanyak 100 gram per hari, di bawah ini diperlihatkan sumbangan yang dikandung bayam untuk tubuh manusia, adalah sebagai berikut : (contoh berikut, untuk laki-laki dewasa umur 20 - 39 tahun berat badan 55 kg, aktivitas sedang).

Keperluan unsur tiap hari (unsur utama)
Banyaknya diperlukan tubuh tiap hari
Dalam bayam 100 gram diperoleh :
Kalori
Protein
Ca
Fe (zat besi)
Vitamin A
Vitamin Bi B2
Vitamin C
2.600
65 gr
0,5mg
10 mg
4.000 SI
2,3 mg
60 mg
36 kalori
3,5 gr
267 mg
3,9 mg
6.090 SI
0,08 mg
80 mg
 
Cara mengusahakan :

Bayam cabut dapat ditanam sepanjang tahun. Kecuali yang ditanam dalam pot, maka areal pertanamannya sebaiknya dibuat bedengan. Tanah digemburkan sedalam 15 - 20 cm. Pada tanah yang kandungan bahan organiknya sedikit, kurang subur, tanah dicampur dengan pupuk kandang perbandingan 1 : 1. Bedengan dibuat sedemikian rupa ( sebaiknya arah Utara - Selatan ) dengan ketinggan 15 - 20 cm, lebar 100 cm, jarak antar bedengan 20 - 30 cm.
Selesai bedengan dibuat, istirahatkan selama paling cepat 10 hari, baru benih/biji ditaburkan. Agar benih ditabur merata, campur dengan sedikit pasir kering. Tabur berbaris dengan. jarak antar benih 2 - 5 cm. Menabur benih jangan terlalu ketepi, sedikitnya 10 cm dan sisi bedengan. Setelah benih ditabur merata, benih ditaburi lagi dengan tanah, sehingga terbentuk lapisan tipis, gunanya untuk menahan terik matahari langsung dan benih tidak mudah terpindah atau hanyut ke tempat lain apabila hujan. Bila tidak turun hujan, lakukan penyiraman sekedar membasahi tanah dengan hati-hati. Lima hari setelah benih ditabur, benih sudah tumbuh. 10 hari setelah tabur, bila pertanaman ternyata kerdil, dapat dipupuk dengan larutan UREA (2 gram/liter air.) atau ditabur 1 gram permeter persegi. Pemupukan ditujukan pada tanah antar pertanaman. Bila pupuk berupa larutan Urea, lakukan pagi sekali atau sore sekali.

Panen:

Panen pertama dimulai setelah bayam berumur 15 hari, sekaligus pula sebagai usaha penjarangan pertanaman dan bila mungkin jadikan barisan-barisan. Panen berikutnya selang tiga hari sampai pertanaman mulai berbunga.

Menghasilkan Benih :

Bayam yang cukup umur akan berbunga dan kemudian dibuahi, akhirnya masak dengan tanda mengeringnya bunga. Bunga kering tadi dipetik dan dijemur sampai kening betul Simpanlah benih ditempat yang kering dan aman.

Yang Perlu Diperhatikan :

Untuk keperluan konsumsi, pertanaman jangan disemprot dengan insektisida/pestisida, penyemprotan hanya dilakukan pada tanah sebelum tanam atau kalau khusus untuk mengahasilkan bunga atau benih saja.

1 komentar:

  1. referensi ttg bayam cabut di blog ini di dapet drmana ya?makasih

    BalasHapus