Jumat, 16 Juli 2010

Bertanam Bawang Merah

PENDAHULUAN

Bawang merah yang di Jawa di kenal dengan nama brambang, nama Iatinnya adalah Allium ascaionicum. Kegunaannya terutama adalah sebagai bumbu masakan atau sayuran rempah, dan dapat pula untuk acar dan obat-obatan.
Bawang merah umurnnya ditanam didataran rendah 10 - 250 meter diatas permukaan laut. Tanah yang dikehendaki adalah tanah yang gembur. Tanaman bawang merah tidak tahan hujan lebat, karena mudah terserang penyakit embun upas.

BIBIT

— Umbi yang dijadikan bibit harus cukup tua, yaitu yang dipanen setelah 70-90 hari ditanam, Bibit muda tidak tahan disimpan lama karena mudah keropos.
— Bibit harus bebas dan hama dan penyakit. Hama penggerek umbi, penyakit busuk leher umbi dan busuk umbi tidak boleh terdapat pada bibit.
— Bibit yang baik mempunyai bobot 2,5-5 gram. Banyaknya bibit berkisar 600 - 2000 kg/ha tergantung jarak tanam dan ukuran bibit. Bibit dapat ditanam setelah disimpan 2 - 4 bulan atau jika telah bertunas. Bibit yang telah disimpan lama dan bertunas panjang akan tumbuh lemah dan hasilnya rendah,
— Bibit dapat pula berupa biji. Bibit dan biji lebih baik daripada umbi, namun umurnya lebih panjang klra-kira 1 bulan, karena harus disemaikan terlebih dahulu.
— Varietas yang dianjurkan adalah varietas Keling, Bima, Brebes, Medan, Ampenan dan Kuning dengan rata-rata produksi 4,4 ton/ha.

CARA BERTANAM

Tanah diolah dengan cangkul sedalam lebih kurang 30 cm dan dibiarkan berbongkah-bongkah, setelah itu didiamkan agar menjadi kering. Kemudian bongkahan tanah dihaluskan dan dibuat bedengan. Lebar bedengan 100 - 120 cm sedangkan selokan pembuangan air diantara bedengan selebar 40 cm.
Sebaiknya tanah dliberi pupuk kandang atau kompos. Penanaman dapat dilakukan dengan tugal. Jarak tanam adalah 20 x 10 cm atau 20 x 20 cm.
Setelah umbi ditanam, sebarkan pupuk buatan berupa 110 - 130 kg Urea, 330 kg TSP dan 170 KCL tiap hektar, dengan menebarkan disepanjang barisan. Dua minggu kemudian diberikan pupuk Urea sebanyak 110 - 130 kg/ha. Setelah dilakukan penanaman sebaiknya bibit disiram secukupnya supaya umbi cepat tumbuh
Bibit dan biji harus disemai dulu. Pesemaian dilakukan pada kotak yang diisi tanah yang dicampur pupuk kandang. Bibit disebar secara teratur diatas tanah pesemaian. Setelah 3 - 4 minggu bibit dapat dipindahkan ke lapangan.

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan yang perlu pada per tanaman bawang merah ialah penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah disekitar tanaman (pembumbunan) dan pengendalian hama dan penyakit. Pemberian air diberikan pada setiap sore hari sampai tanaman berumur 45- 60 hari. Penyiangan dilakukan bersama dengan pembumbunan, yang dilakukan 2 kali selama penanaman yaitu pada umur 3 dan 5 minggu setelah tanam.
Hama yang sering menyerang adalah hama bodas (Thrips tabaci) dan ulat daun (Spodoptera exigwi). Larva ulat ini dapat merusak umbi pada penyimpanan di gudang. Pengendalian hama ini dilakukan sedini mungkin dengan menyemprotkan insektisida Bayrusil 2 cc/l air atau Hastathion 1 - 2 cc/l air.

Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah mati pucuk (Phytophthora porri), embun upas (Perenospora destructor), busuk leher batang (Botrytis allii), busuk umbi (Erwinia carotovora), becak ungu (Alternaria porri), busuk putih pada umbi (Sclerotium cepivorium) dan busuk umbi hitam (Colletotrichum circinans).
Penyakit-penyakit ini apabila belum terlambat dapat diatasi dengan semprotan fungisida Maneb 0,2 % , Dithane M-45 0,2%.
Nematoda bintil akar (Meloidogyne sp.) dan nematoda batang (Ditylenchus dipsaci) dapat menyebabkan tanaman kerdil dan tak berumbi. Nematoda ini dapat diatasi dengan penaburan Furadan 3 G dosis 20-40 kg/ha.

PANEN DAN PENYIMPANAN

Untuk bumbu masakan, bawang merah dipanen pada umur 60 - 70 hari, yaitu setelah leher batang 0 - 70 % lemas. Untuk bibit, panen sebaiknya pada umur 70-90 hari yaitu setelah leher batang 80 - 90 % lemas. Panen dilakukan pada waktu tanah dalam keadaan kering dan cuaca cerah.
Untuk mempermudah pengangkutan dan mempertinggi kualitas, umbi diikat pada batangnya, kemudian dijemur hingga mencapai kadar air 80- 85 % (dijemur pada terik matahari selama kira-kira 2 hari). Sesudah itu disimpan dengan jalan menggantungkan umbi di gudang pada suhu 25° - 30’C.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar