Minggu, 18 Juli 2010

Beberapa Penyakit Pada Tanaman Jeruk

I. Penyakit yang disebabkan oleh Cendawan

1. Di pembibitan/pesemaian

a. Busuk akar (Damping off)
Penyebabnya :
Beberapa macam cendawan antara lain ScIerotium Rolfsii Sacc, Phitium spp, PellicuIoria filamentosa dan Phytophthora spp.

Gejala:
Pada kulit leher akar bibit, seperti disiram air panas dan menjadi busuk.
Hal ini banyak dijumpai pada daerah yang mempunyai pH 6,0 dengan permukaan tanah yang sering basah terlalu lama

Pemberantasan:
Pencegahan dilakukan dengan melapisi permukaan bedengan pembibitan /pesemaian dengan pasir atau rumput/tanaman yang kering (mulch) setebal 2 cm sebelum ditanami.
Bila telah terjadi serangan, untuk mengurangi perluasan serangan, tindakan yang perlu diambil:
- bibit yang diserang dicabut atau dibuang
- gemburkan permukaan tanah bedengan pembibitan / pesemaian serta hentikan untuk sementara penyiraman sampai permukaan tanah cukup kering
- atur penyiraman agar permukaan bedengan pernbibitan/pesemaian tidak terlalu lama basah.
- selokan antara bedengan diperdalam agar air siraman/buangan dapat berjalan lancar tidak merendarn bedengan.
- jika perlu kurangi peneduh untuk mempercepat penguapan setelah penyiraman.

b. Kudis (Scab)

Penyebab:
cendawan Sphaceloma fawcetti
Gejala:
Nampak,benjolan-benjolan bergabus seperti
kudis berwarna coklat abu-abu pada daun.
Penyakit ini tidak terdapat pada jeruk keprok
Pemberantasan:
Hanya tindakan pencegahan dengan menyemprotkan bubur bordo 1 % mulai pada saat daun masih muda dan diulangi setiap 10 hari sekali sampai daun tua.
c. Kanker:
Penyebab : cendawan Phytornonas c/tn.
Gejala:
Seperti pada penyakit kudis (Scab) tetapi di tengah-tengah benjolan itu cekung kedalam dan tepi benjolan berwarna kuning.
Pemberantasan:
sama seperti penyakit kudis (scab)
d. Jamur tepung (Mildew)
Penyebab : cendawan Oidium tingitanium
Gejala:
cendawan yang berwarna putih seperti tepung ini menyerang tunas dan pucuk daun. Bila dibiarkan lama-kelamaan daun akan gugur, dan daun yang tidak gugur setelah sembuh meninggalkan bercak-bercak berwarna coklat.
Pemberantasan:
untuk mengurangi/menekan serangan penyakit ini, ialah dengan menghembuskan tepung belerang pada hari sampai jam 10 dan diulangi setiap minggu sampai cendawan hilang. Selain itu dapat juga dengan menyemprotkan bubur california.

2. PadaTanaman

a. Phytophtora
Penyebab: Phytophtora parasitica.
Gejala:
Mula-mula kulit batang, diatas leher akar, menghitam dan basah. Bila kulit dilepas bagian dalamnya lepas, lama kelamaan mengering dan pecah-pecah memanjang. Pohon yang sudah terserang daunnya menguning terutama pada tulang daun dan bila daunnya digoyang akan rontok.
Pemberantasan:
hanya dapat dilakukan dengan pencegahan sebagai berikut:
- pada tempat yang terserang penyakit ini batangnya dipoles dengan pasta bordo 5%
- perbaiki drainase dan hindarkan luka-luka pada batang.
b. Busuk kering (Fusarium)
Penyebab : cendawan Fusarium sp.
Gejala:
Kulit akar basah dan busuk, kemudian tanaman menjadi layu dan akhirnya mati. Cendawan ini banyak menyerang tanaman yang hidup di dataran rendah, terutama jenis jeruk Siam. Untuk daerah dataran rendah ini jangan menanam jeruk tumpang sari dengan pepaya, sebab ternyata pepaya penyebab berjangkitnya penyakit Fusarium.
Pemberantasan:
Hanya dapat dilakukan dengan pencegahan, yaitu:
- tanah yang akan ditanami harus dibersihkan dan sisa-sisa tanaman (batang, cabang akar, dll)
- menggali parit sedalam 1k. 1 m dan lebar 0,5 m disekeliling pohon atau tanaman yang sudah terserang
- bongkar pohon yang sakit lalu bakar agar tidak menular,bekas lobang pembakaran dibiarkan terbuka dan taburi dengan tepung belerang.
c. Armilaria
Penyebab: cendawan Armilaria
Gejala:
Tanarnan yang terserang daunnya menjadi kecil, menguning dan kemudian kering. Pada tanaman yang terserang hebat, daunnya rontok, ranting-ranting menjadi gundul seperti sapu lidi. Bila dibongkar kulit akan membusuk dan mudah lepas dan kayu.
Pemberantasan:
Dengan pencegahan yang sama dengan penyakit Fusarium
d. Jamur Upas
Penyebab : cendawan catiurn salmonicolor
Gejala:
Terdapat cendawan berwarna putih dan merah orange pada batang atau cabang. Kulit batang/cabang menjadi kening dan mati. Penyakit ini timbul pada daerah yang banyak hujan, kelembaban rendah karena banyak pohon pelindung atau menanam dengan jarak tanam yang terlalu dekat sehingga kurang sinar matahari yang masuk.
Pemberantasan:
- disemprot dengan Darbolineum plantarium 8% bila serangan-serangan ringan, pada serangan yang sudah lanjut dan menyebabkan kematian pada batang/cabang, bagian ini dipotong lalu dibakar.
- pencegahan dengan mengatur jarak tanam sesuai dengan lebar tajuk pohon yang sudah besar.
- penjarangan bila tanaman terlalu rapat.
- pemangkasan cabang yang berlebihan.
e. Penyakit busa atau kurap Penyebab : bakteri yang belum diketahui Penyakit mi biasanya menyerang tanaman jeruk keprok didaerah kering.
Gejala:
Infeksi pada kulit batang, mengeluarkan busa yang berbau busuk dan asam. Lama kelamaan membusuk, ada beberapa jenis kumbang yang menyerang bagian-bagian yang busuk ini.
Penyakit ini akan menjalar ke bawah dengan mengikuti aliran busa tadi.
Pemberantasan:
Dapat dilakukan dengan mengupas kulit bagian batang atau cabang yang sakit. Pencegahan dengan jalan:
- lapisi batang atau cabang tanaman dengan ter.
- memelihara tanaman dengan baik terutama pernupukan.

II. Penyakit yang disebabkan oleh Virus

Penyakit tanaman jeruk oleh virus yang saat ini sangat terkenal adalah CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration).
Sifat-sifat:
- Penyebabnya adalah sejenis virus.
- Penyerangan CVPD tidak hanya pada tanaman-tanaman yang berupa okulasi, tetapi juga cangkokan dan yang disemai.
- Semua tanaman jeruk dapat terserang penyakit ini
- Perpindahan ke tanaman lain oleh serangga Diaphorna citri bersama Aphis citricidus
- Mampu menularkan dalam jangkauan 1k. 5km
Gejala:
- Gejala yang khas, yakni kerusakan phloem (jaringan pembuluh tapis) pada ranting dan tulang daun yang menguning, dimana sel-sel phloem mengernpis. dan tertekan sehingga terjadi penebalan pada phloem tersebut.
- Gejala lain adalah daun menjadi kuning dan ada bercak-bercak hijau atau bila tidak ada warna hijau, tulang-tulang daun yang halus warnanya menjadi lebih gelap dan daun-daun biasa. Daun-daun yang memperlihatkan gejala ini menjadi lebih kaku dan tidak mudah rontok.
- Pertumbuhan tanaman terhambat/kerdil dan lama kelamaan akan mati.
- Bentuk buah kecil-kecil dan cepat masak tetapi rasa tidak manis.
Penanggulangan:
- Memusnahkan/eradikasi semua tanaman yang terserang
- Penyemprotan pestisida pada tanaman-tanaman yang masih bebas atau sehat
- menggunakan bibit yang bebas CVPD
- Menteri Pertanian dengan SK. No.129/Kpts/ Um/3/1982 telah melarang pengangkutan tanaman atau bibit tanaman jeruk yang terkena penyakit jeruk CVPD yang berasal dan Pulau Jawa dan Sumatra. Disamping itu pengangkutan tanaman atau bibit tanaman jeruk antar daerah atau antar pulau harus berlabel “bebas CVPD”.

Daftar Pustaka:
1. Anonymous (1978), Kumpulan Bahan Kuliah /Ceramah Coaching Pengenal CVPD
2. Rismunandar (1968), Bertanam Jeruk. Ternate - Bandung.
3. Anonymous (1960), Hama dan Penyakit Tanaman. Bhratara - Jakarta.

1 komentar: